KALIMANTAN SELATAN — Forum yang digelar di DPR itu menghadirkan paparan dari Dewan Ekonomi Nasional (DEN) dan Bank Indonesia. Wakil Ketua DEN Mari Elka Pangestu mengungkapkan bahwa materi yang disampaikan di parlemen merupakan kelanjutan dari laporan yang sebelumnya telah dipresentasikan kepada Presiden dua hingga tiga pekan lalu.
"Terima kasih Pak Dasco, kami sebagai Dewan Ekonomi Nasional diundang oleh Pak Dasco ke DPR untuk memberi paparan terkait keadaan ekonomi terkini maupun bagaimana sebaiknya kita melakukan respons terhadap berbagai perkembangan global maupun domestik," ujar Mari.
Deputi Dewan Gubernur BI Destry Damayanti menegaskan bahwa pertemuan semacam ini merupakan agenda rutin yang menyatukan kebijakan fiskal dan moneter. Pihaknya, kata Destry, memanfaatkan forum ini untuk menyelaraskan langkah jangka pendek dalam menjaga stabilitas nilai tukar rupiah dan likuiditas di tengah volatilitas global yang tinggi.
"Tentunya kami berterima kasih juga kepada Pak Dasco yang telah memberikan kesempatan juga pada kita, seperti pertemuan ini sebenarnya pertemuan rutin merupakan koordinasi khususnya antara fiskal dan moneter," kata Destry.
Ia menambahkan, "Dan dari kami seperti tadi disampaikan Ibu Mari bahwa dalam situasi ketidakpastian global yang sangat tinggi, maka kami di Bank Indonesia tentunya perlu membuat suatu kebijakan yang sifatnya memang jangka pendek untuk mencapai stabilitas. Dalam hal ini adalah kita bicara nilai tukar. Dan kebijakan tentu satu nilai tukar dan kedua likuiditas."
Mensesneg Prasetyo Hadi menyebut koordinasi ini sebagai bentuk sinergi yang ideal antara eksekutif dan legislatif. Ia mengibaratkan pengelolaan ekonomi nasional seperti permainan sepak bola yang membutuhkan kerja sama erat setiap pemain.
"Terima kasih Pak Dasco beserta dengan Bapak Ibu semuanya, kita berharap koordinasi ini dapat terus kita tingkatkan untuk memastikan seluruh perekonomian dapat berjalan sesuai dengan yang kita harapkan," kata Pras.
Ia menekankan bahwa semua pihak, mulai dari pengambil kebijakan makro, fiskal, hingga sektor riil, harus saling memberi masukan. "Dan memang karena ini kebetulan juga sedang berlangsung Piala Dunia, ibarat tim sepak bola mengurusi ekonomi juga bagaikan tim sepak bola yang semua harus saling berkoordinasi," ujarnya.
Prasetyo mengapresiasi kehadiran DEN yang memberikan pandangan dan saran strategis. "Hari ini sebagaimana biasanya para penanggung jawab perekonomian berkoordinasi, dan hari ini cukup lengkap. Karena juga ikut dihadiri oleh teman-teman dari DEN yang memberikan pandangan maupun saran-saran," ungkap Pras.
Pertemuan ini berlangsung di saat perekonomian global masih dibayangi ketegangan geopolitik yang mempengaruhi arus modal dan nilai tukar negara berkembang. Dengan adanya forum koordinasi rutin antara DPR, pemerintah, BI, dan DEN, diharapkan respons kebijakan bisa lebih cepat dan tepat sasaran.
Para pejabat yang hadir sepakat bahwa komunikasi yang intensif antara lembaga negara menjadi kunci untuk menjaga momentum pertumbuhan ekonomi dan stabilitas nasional. Tidak ada keputusan baru yang diumumkan dalam pertemuan ini, namun seluruh pihak berkomitmen untuk melanjutkan koordinasi secara berkala.