PGN Buktikan Gas Bisa Sampai ke Dapur Tanpa Pipa, Sleman Jadi Percontohan 4.500 Rumah

Penulis: Arif Budiman  •  Senin, 22 Juni 2026 | 18:47:31 WIB
Wakil Menteri ESDM meninjau proyek distribusi gas tanpa pipa di Sleman sebagai percontohan nasional.

KALIMANTAN SELATAN — Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Yuliot Tanjung meninjau langsung proyek percontohan ini di Sleman pada Jumat pekan lalu. Dalam kunjungannya, ia mengapresiasi kesiapan PGN yang dinilai berhasil menghadirkan solusi distribusi gas di daerah yang belum terjangkau pipa utama.

"Penggunaan CNG dan jargas berdampak pada efisiensi Ibu-ibu rumah tangga, praktis dan aman. Sedangkan bagi Pemerintah dapat mengurangi konsumsi LPG Subsidi dan mengurangi beban subsidi dan impor LPG," ujar Yuliot dalam keterangan kepada media, Senin (22/6).

Gas Bertekanan Tinggi, Aman Sampai ke Kompor

Direktur Utama PGN Arief K. Risdianto menegaskan, kekhawatiran masyarakat terhadap keamanan gas bertekanan tinggi sudah terjawab. CNG yang disimpan dalam tabung bertekanan sekitar 200 bar akan melalui sistem pengaturan tekanan (PRS) sebelum dialirkan ke rumah-rumah.

"Masyarakat tidak perlu khawatir terkait keamanan, karena CNG yang bertekanan tinggi sekitar 200 bar telah disesuaikan dengan sistem cluster agar mengalir dengan aman ke dapur-dapur rumah tangga," jelas Arief.

Hingga saat ini, PGN telah membangun bentangan jaringan pipa distribusi sepanjang lebih dari 141 kilometer di Sleman. Rata-rata penyaluran gas bumi mencapai 84 ribu meter kubik per bulan, angka yang setara dengan pemanfaatan 64 metrik ton LPG setiap bulannya.

Pelanggan Rumah Makan Buktikan, Biaya Bisa Hemat 33 Persen

Manfaat jargas tidak hanya dirasakan rumah tangga. Sektor komersial seperti Rumah Makan Payakumbuah Yogyakarta sudah beralih ke CNG dengan pemakaian mencapai 2.000 hingga 2.300 meter kubik. Hasilnya, biaya energi turun drastis.

"Jika dibandingkan energi sebelumnya, memakai CNG dapat menghemat biaya sekitar 30 – 33 persen," ungkap Arief.

Ke depan, PGN berencana memperluas layanan ini secara masif ke sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), restoran, perhotelan, hingga fasilitas kesehatan seperti rumah sakit di wilayah Sleman dan sekitarnya.

Sinergi Anak Usaha dan Target Nasional 350 Ribu Sambungan per Tahun

Dalam mengeksekusi proyek beyond pipeline ini, PGN menggandeng anak perusahaannya, PT Gagas Energi Indonesia (Gagas). Gagas saat ini mengelola 14 SPBG/Mother Station dan 4 Mobile Refueling Unit (MRU) yang menjangkau konsumen CNG di sektor transportasi, komersial, dan industri di berbagai wilayah Indonesia.

Inovasi ini sejalan dengan target Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2026–2029, yang menargetkan pengembangan sekitar 350 ribu sambungan rumah per tahun melalui berbagai skema pendanaan. "PGN siap mendukung langkah Pemerintah dalam merumuskan pemanfaatan implementasi CNG yang tepat sasaran dan berperan aktif dalam target diversifikasi energi nasional," tutup Arief.

Reporter: Arif Budiman
Sumber: voi.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top