KALIMANTAN SELATAN — Berdasarkan data BMKG yang dirilis melalui situs resminya, pusat gempa berlokasi di koordinat 1,26 Lintang Selatan dan 99,81 Bujur Timur. Titik episenter berada di laut, sekitar 79 kilometer barat daya Pariaman, dengan kedalaman 23 kilometer.
Meski berkekuatan sedang, guncangan gempa dirasakan di sejumlah wilayah. BMKG mencatat skala intensitas gempa mencapai II hingga III MMI (Modified Mercalli Intensity) di Kota Padang dan sekitarnya.
Pada skala II MMI, getaran hanya dirasakan oleh beberapa orang dalam kondisi tenang. Sementara pada skala III MMI, getaran terasa nyata di dalam rumah seperti ada truk melintas. Namun, belum ada laporan kerusakan bangunan atau korban jiwa akibat gempa ini.
Gempa Pariaman menjadi bagian dari rangkaian aktivitas seismik yang cukup tinggi di Indonesia. Dalam sepekan terakhir, BMKG mencatat telah terjadi 31 kali gempa bumi signifikan yang dirasakan masyarakat di berbagai daerah. Variasi magnitudo dan kedalaman gempa menunjukkan dinamika lempeng tektonik yang masih aktif.
“Pusat gempa berada di laut 79 km barat daya Pariaman dan gempa ini dirasakan untuk diteruskan pada masyarakat,” tulis BMKG dalam keterangan resminya.
BMKG mengimbau masyarakat di pesisir barat Sumatera tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan. Meski gempa ini tidak berpotensi tsunami, masyarakat diminta tetap waspada terhadap kemungkinan gempa susulan yang berkekuatan lebih kecil.
Wilayah Sumatera Barat memang dikenal sebagai zona rawan gempa karena berada di jalur pertemuan Lempeng Indo-Australia dan Eurasia. Pemerintah daerah setempat secara berkala terus melakukan simulasi evakuasi dan penguatan infrastruktur untuk mengurangi risiko bencana.