BANJARMASIN — Mahasiswa yang tergabung dalam BEM se-Kalimantan Selatan menggelar aksi tabur bunga di halaman DPRD Kalsel, Jumat (19/6/2026). Aksi simbolis itu menjadi puncak kekecewaan atas mangkirnya para anggota DPR RI Dapil Kalsel dari undangan dialog yang telah disampaikan dua kali.
Ketua DPRD Kalimantan Selatan, Supian HK, mengungkapkan bahwa pihaknya telah melayangkan undangan sebanyak dua kali kepada seluruh anggota DPR RI asal provinsi tersebut. “Kami sudah dua kali mengundang mereka. Ada yang menyampaikan surat ketidakhadiran dan ada juga yang menghubungi langsung melalui telepon,” ujarnya.
Dari total 11 anggota dewan yang diundang, enam di antaranya mengirimkan surat resmi. Salah satu surat datang dari Rikwanto, anggota DPR RI Dapil Kalsel yang duduk di Komisi III. Dalam suratnya, Rikwanto menyebut dirinya tidak bisa hadir karena harus mengikuti agenda persiapan kunjungan kerja dan rapat tim perumus Rancangan Undang-Undang Perampasan Aset yang telah dijadwalkan sebelumnya.
Massa aksi yang sedari awal mendesak kehadiran langsung para wakil rakyat tidak puas dengan penjelasan melalui surat tersebut. Sebagai bentuk protes, mereka menaburkan bunga di halaman gedung DPRD Kalsel. Ketua DPRD Supian HK turut serta dalam aksi simbolik itu.
“Kami melakukan aksi simbolik penaburan bunga atas ‘meninggalnya’ hati nurani 11 orang DPR RI Dapil Kalimantan Selatan,” tegas Koordinator aksi dari BEM UIN Antasari Banjarmasin, Ahmad Munawir Sazali.
Mahasiswa menegaskan akan terus mengawal tuntutan yang telah disampaikan. “Bagaimanapun, kami tetap mencari DPR RI Dapil Kalimantan Selatan,” ujar Ahmad.
Di tengah aksi, Supian HK menandatangani surat tuntutan mahasiswa sebagai bentuk komitmen DPRD Kalsel untuk meneruskan aspirasi tersebut ke tingkat pusat. Ia memastikan seluruh tuntutan akan disampaikan kepada DPR RI dan pemerintah pusat pada Senin, 22 Juni 2026.
“Apa yang menjadi tuntutan adik-adik mahasiswa kami terima. Insyaallah pada Senin, 22 Juni 2026, akan kami bawa dan teruskan ke pusat,” pungkasnya.