KOTABARU — Tiga jam melawan ombak di atas kapal nelayan menjadi harga yang harus dibayar Kapolres Kotabaru AKBP Doli M Tanjung untuk bisa berpijak di Pulau Sembilan. Ia bersama rombongan berangkat dari Pantai Teluk Tamiang, Kecamatan Tanjung Selayar, menuju pelabuhan Marabatuan yang merupakan pintu masuk satu-satunya ke kecamatan paling terisolasi di Kalimantan Selatan itu.
Begitu kapal merapat, Kapolsek Pulau Sembilan IPTU Agus Riyanto bersama 13 personilnya dan aparat kecamatan sudah berjajar menyambut. Sambutan hangat langsung pecah di dermaga. Tak hanya Kapolres, rombongan besar dari Polda Kalimantan Selatan juga turut serta, dipimpin Kabid Humas Kombes Adam Erwindi.
“Utara Selat Laut, selatan Laut Jawa, timur Selat Makassar, barat ya laut juga,” kata IPTU Agus Riyanto menggambarkan wilayah hukumnya yang benar-benar terisolasi oleh perairan. Polsek Pulau Sembilan disebut sebagai pos polisi paling ujung di Provinsi Kalimantan Selatan.
Meski jauh dari pusat kota, 13 personil yang bertugas di sana tetap hadir lengkap saat apel. Enam di antaranya adalah lulusan rekrutmen proaktif, termasuk Polwan Bripda Risma. Kapolres mengapresiasi loyalitas anak buahnya yang mayoritas merupakan putra daerah.
“Para polisi lokal ini sudah paham karakter daerahnya. Bahasa suku Mandar dikuasai sejak kecil. Jadi komunikasi dengan warga jauh lebih cair,” puji AKBP Doli di hadapan personilnya.
Usai apel, Kapolres langsung bergerak menyambangi SDN Desa Tengah. Sebanyak 35 anak kurang mampu mendapat kejutan berupa tas sekolah baru berisi buku tulis, pulpen, pensil, penggaris, dan penghapus. Senyum anak-anak menjadi pelunas lelah perjalanan tiga jam di laut.
“Ini bentuk Polri hadir untuk anak-anak, aset bangsa,” kata Kapolres Kotabaru.
Kedatangan rombongan Polda Kalsel ternyata bukan sekadar silaturahmi. Mereka datang untuk memproduksi film dokumenter bertema Pelaksanaan Tugas Polri di Pulau Terluar. Perintah ini langsung dari Kapolda Kalsel Irjen Pol Rosyanto Yudha Hermawan.
“Meski sarana terbatas, anggota tetap beri pelayanan terbaik. Plus kearifan lokalnya kuat. Kami ingin Pulau Sembilan makin dikenal, dan ini berdampak baik buat warganya,” ujar Kabid Humas Polda Kalsel Kombes Adam Erwindi.