Petugas Damkar Tanah Bumbu Evakuasi Piton 2,5 Meter dari Kandang Ayam Warga di Simpang Empat

Penulis: Wahyudi Santoso  •  Jumat, 19 Juni 2026 | 21:07:01 WIB
Petugas Damkar Tanah Bumbu evakuasi ular piton sepanjang 2,5 meter dari kandang ayam warga di Simpang Empat.

BATULICIN — Seekor ular piton sepanjang 2,5 meter berhasil dievakuasi oleh petugas Satpol PP dan Damkar Tanah Bumbu dari kandang ayam warga di Desa Sarigadung, Kecamatan Simpang Empat. Peristiwa itu terjadi pada Kamis (18/6/2026) petang dan sempat menghebohkan warga sekitar.

Ular tersebut pertama kali diketahui oleh Misdi, pemilik rumah di Jalan Karang Bintang KM 10. Ia menemukan reptil itu bersembunyi di dalam kandang setelah sebelumnya memangsa seekor ayam miliknya. Tanpa menunggu lama, Misdi langsung melaporkan temuan itu ke posko Damkar setempat.

Proses Evakuasi Berlangsung 30 Menit, Ular Agresif

Kepala Satpol PP dan Damkar Kabupaten Tanah Bumbu, Syaikul Ansari, mengatakan bahwa proses evakuasi memakan waktu sekitar setengah jam. Timnya menghadapi perlawanan sengit karena ular bersikap agresif saat hendak diamankan.

“Ular memiliki panjang kurang lebih 2,5 meter dan kondisi perutnya sudah membesar setelah memangsa ayam milik pelapor. Petugas sempat mengalami kesulitan karena ular memberikan perlawanan saat hendak dievakuasi,” ujar Syaikul, Jumat (19/6/2026).

Selama proses evakuasi, ular piton itu beberapa kali berusaha melilit dan menggigit petugas. Namun, berkat penerapan prosedur keselamatan dan koordinasi tim di lapangan, satwa tersebut berhasil diamankan tanpa menimbulkan korban jiwa.

Ular Dilepasliarkan ke Habitat Jauh dari Permukiman

Setelah berhasil dievakuasi, ular piton itu langsung dibawa keluar dari kawasan permukiman. Petugas kemudian melepasliarkannya ke habitat yang jauh dari aktivitas warga. Langkah ini diambil untuk mencegah potensi gangguan terhadap masyarakat maupun ternak peliharaan di masa mendatang.

Imbauan Damkar: Jangan Coba Tangani Sendiri Satwa Liar

Syaikul mengimbau warga agar meningkatkan kewaspadaan terhadap kemungkinan masuknya satwa liar ke lingkungan rumah. Area yang berdekatan dengan semak belukar dan kandang ternak dinilai menjadi titik rawan kemunculan hewan seperti ular.

Ia juga meminta masyarakat tidak mencoba menangani sendiri satwa liar yang berpotensi membahayakan. Warga diharapkan segera menghubungi petugas Damkar apabila menemukan kejadian serupa agar penanganan dapat dilakukan secara aman dan tepat.

Reporter: Wahyudi Santoso
Sumber: poroskalimantan.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top