BANJARMASIN — Program kolaborasi bertajuk Kota Masa Depan: Berani Digital menyasar lebih dari 26 ribu UMKM yang menjadi tulang punggung perekonomian Ibu Kota Kalimantan Selatan itu. Banjarmasin mencatat pertumbuhan ekonomi 5,66 persen pada 2025, ditopang sektor perdagangan, kuliner, dan ekonomi kreatif.
Sebanyak 25 pelaku UMKM terpilih menerima dukungan permodalan melalui Program GrabModal Mantul. Proses seleksi dilakukan berdasarkan penilaian risiko dan performa usaha, bukan sekadar proposal.
"Transformasi digital UMKM hari ini bukan lagi sekadar hadir di platform online, tetapi bagaimana UMKM dapat memanfaatkan teknologi untuk meningkatkan produktivitas dan memperkuat daya saing," ujar Asisten Deputi Kemitraan Rantai Pasok dan Pemasaran Usaha Kecil Kementerian UMKM RI Yogia Prihartiny di Banjarmasin, Kamis.
Pelatihan yang diberikan mencakup pemanfaatan ekosistem digital, peningkatan visibilitas produk, hingga penggunaan teknologi kecerdasan buatan (AI). Edukasi pengelolaan keuangan dan akses pendanaan digital juga menjadi bagian dari kurikulum agar usaha dapat berkembang secara berkelanjutan.
Yogia menambahkan, sektor UMKM berkontribusi lebih dari 60 persen terhadap produk domestik bruto (PDB) Indonesia dan menyerap sekitar 97 persen tenaga kerja. Karena itu, dukungan ekosistem yang inklusif dinilai krusial.
Kegiatan ini juga menandai kembalinya Toko Mama Khas Banjar ke platform digital. Usaha yang dikenal sebagai pusat oleh-oleh khas Banjarmasin itu diharapkan memperluas jangkauan pemasaran produk lokal melalui teknologi.
Wakil Wali Kota Banjarmasin Ananda menyebut program itu sejalan dengan upaya pemerintah daerah memperkuat daya saing UMKM. "Terutama pada sektor perdagangan, kuliner, akomodasi, dan pariwisata," katanya.
Wakil Sekretaris Umum APINDO Anggana Bunawan mengidentifikasi tiga tantangan utama yang masih membelit UMKM: keterbatasan akses pasar, pembiayaan, dan keterhubungan dengan rantai nilai yang lebih besar. Kolaborasi lintas sektor menjadi faktor penting untuk membantu UMKM naik kelas.
Sementara itu, Asisten Direktur Divisi Perlindungan Konsumen dan Edukasi Keuangan serta Layanan Manajemen Strategis OJK Provinsi Kalimantan Selatan Andy Rahman Yuliman menekankan pentingnya literasi keuangan. "Agar masyarakat dapat memanfaatkan layanan keuangan digital secara optimal, sekaligus menjaga kerahasiaan data pribadi dan meningkatkan kewaspadaan terhadap modus penipuan," katanya.
Head of Expansion Operations Territory Grab Indonesia Yose Tireza Arizal menyebut Banjarmasin menjadi kota ke-17 pelaksanaan program Kota Masa Depan: Berani Digital. Targetnya memperluas akses UMKM terhadap teknologi, pengembangan kapasitas usaha, pasar digital, dan layanan pembiayaan.
Dalam kesempatan itu, Grab Indonesia bersama OJK dan APINDO berdialog langsung dengan sejumlah pelaku UMKM. Antara lain Firly Norachim dari Toko Mama Khas Banjar, Wijaya Tjuatja dari Pondok Patin Bakar, serta Athya Nasya Ulya dari Hai Hai Ricebowl.