BANJARMASIN — Guru Haji Saiful Anshari menekankan kemuliaan bulan Muharram di hadapan jamaah Masjid Assa'adah, Komplek Beruntung Jaya, usai Shalat Subuh, Ahad. Menurutnya, bulan ini adalah waktu yang tepat bagi kaum Muslim untuk meraih pahala berlipat karena Allah melipatgandakan ganjaran setiap amal ibadah yang dikerjakan.
Dalam tausyiahnya, Guru Saiful yang pernah mondok di Pondok Pesantren Al Amin Pemangkih, Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST), menerangkan bahwa dari 12 bulan dalam kalender Hijriyah, ada empat bulan yang diharamkan atau dimuliakan Allah. Keempat bulan itu adalah Muharram, Rajab, Dzulqa'dah, dan Dzulhijjah.
"Pada bulan-bulan haram tersebut pahala amal ibadah Allah lipat gandakan," ujarnya di hadapan jamaah.
Guru Saiful mengingatkan bahwa Rasulullah Muhammad SAW menganjurkan umatnya untuk memperbanyak ibadah selama bulan ini. Salah satu amalan yang ia soroti adalah menyantuni fakir miskin dan anak-anak yatim, terutama pada Hari Asyura yang jatuh setiap 10 Muharram.
"Hari Asyura merupakan hari raya bagi anak-anak yatim," kata Guru Saiful seraya menambahkan bahwa momentum ini bisa dimanfaatkan untuk berbagi kebahagiaan dengan mereka yang membutuhkan.
Di sela tausyiahnya, Guru Saiful juga meluruskan keyakinan yang berkembang di masyarakat mengenai bulan Safar. Ia mengaku kurang sependapat dengan anggapan bahwa Safar adalah bulan sial atau tidak baik, yang menyebabkan sebagian kaum Muslim enggan melangsungkan pernikahan.
Mengenai Rabi'ul Awal, ia menjelaskan bahwa bulan tersebut tidak termasuk dalam kategori bulan yang dimuliakan Allah secara langsung. Namun, kemuliaannya melekat karena berkaitan erat dengan kelahiran Nabi Muhammad SAW.
Pada kesempatan itu, Guru Haji Saiful Anshari yang juga pernah menimba ilmu agama di Tanah Jawa, menceritakan asal-usul penanggalan Hijriyah. Sistem kalender ini berawal dari peristiwa hijrahnya Rasulullah SAW dari Mekkah ke Yatsrib, yang kini dikenal sebagai Madinah.
Ia menceritakan bahwa Yatsrib dulunya merupakan daerah gersang. Namun, seiring kedatangan Rasulullah, daerah tersebut berubah menjadi subur dan makmur berkat kemuliaan Nabi Muhammad SAW.
Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 Hijriah akan tiba pada 16 Juni 2026 Masehi, tinggal menghitung hari sejak tausyiah tersebut disampaikan.