KALIMANTAN SELATAN — Manajer Komunikasi PLN UID Jawa Tengah, Prayudha Fasya Perdana, menyatakan bahwa pemadaman sementara ini merupakan bagian dari pekerjaan rutin pemeliharaan. "Pekerjaan ini merupakan bagian dari upaya PLN untuk memastikan pasokan listrik andal bagi masyarakat," ujarnya dalam keterangan resmi yang diterima di Semarang.
PLN tidak merinci secara spesifik lokasi dan jadwal pemadaman di rilis yang sama. Namun, perusahaan memastikan bahwa penghentian aliran listrik hanya dilakukan di titik-titik tertentu dan bersifat terbatas.
Pekerjaan pemeliharaan ini berbeda dengan pemadaman akibat gangguan teknis atau bencana alam. PLN menyebut kegiatan ini sudah direncanakan sebelumnya untuk menjaga infrastruktur kelistrikan tetap prima.
Prayudha menambahkan, perusahaan akan terus menginformasikan perkembangan proses pemulihan melalui kanal komunikasi resmi PLN. Masyarakat diimbau untuk memantau saluran tersebut guna mendapatkan informasi terkini.
PLN UID Jawa Tengah menyampaikan permohonan maaf kepada pelanggan atas ketidaknyamanan yang timbul akibat pemadaman ini. Perusahaan berjanji akan meminimalkan durasi dan dampak dari pekerjaan tersebut.
Bagi warga yang terdampak, PLN menyediakan akses informasi melalui aplikasi PLN Mobile, media sosial resmi, dan contact center. Pelanggan juga bisa melaporkan gangguan atau menanyakan jadwal pemadaman melalui kanal-kanal tersebut.
Pemadaman terencana seperti ini menjadi agenda rutin PLN di berbagai daerah. Tujuannya tunggal: menjaga agar aliran listrik tidak putus di saat yang tidak terduga, terutama saat memasuki musim hujan atau cuaca ekstrem yang kerap memicu gangguan jaringan.