BANJARBARU — Dua yayasan kesehatan sekaligus dikukuhkan kepengurusannya untuk lima tahun ke depan di Banjarbaru. Yayasan Kanker Indonesia (YKI) dan Yayasan Jantung Indonesia (YJI) untuk wilayah Kota Banjarbaru dan Kabupaten Tanah Laut periode 2026-2031 resmi dilantik di Aula Gawi Sabarataan, kompleks Pemko Banjarbaru, Rabu (10/6) siang.
Pengukuhan ini digelar di tengah kekhawatiran akan meningkatnya kasus penyakit mematikan di Kalimantan Selatan. Baik kanker maupun jantung disebut sebagai ancaman serius yang mengintai masyarakat, terutama akibat pergeseran pola hidup yang makin tidak terkontrol.
Tugas utama yang diemban pengurus baru bukan sekadar seremonial. YKI dan YJI ditantang untuk lebih masif dalam menjalankan program pencegahan, bukan hanya menunggu penanganan kuratif. Ini menjadi pekerjaan rumah besar karena kedua penyakit ini kerap terdeteksi di stadium lanjut.
Makanan tinggi gula dan lemak, kurang aktivitas fisik, serta stres berkepanjangan disebut sebagai faktor utama meningkatnya risiko penyakit jantung dan kanker di perkotaan. Banjarbaru yang berkembang pesat sebagai kota penyangga tak luput dari tren ini. Pengurus baru diminta menyasar komunitas hingga tingkat kelurahan untuk edukasi dan deteksi dini.
Keberadaan YKI dan YJI di Banjarbaru dan Tanah Laut diharapkan bisa bersinergi dengan program pemerintah daerah. Skrining kesehatan gratis, posyandu lansia, serta kampanye hidup sehat dinilai sebagai kanal yang efektif untuk menjangkau warga. Tanpa kolaborasi lintas sektor, upaya pencegahan akan berjalan lambat.
Kepengurusan periode 2026-2031 ini akan bekerja selama lima tahun ke depan. Target awal yang disebut dalam sambutan pengukuhan adalah menurunkan angka keterlambatan