KALIMANTAN SELATAN — Acer PD243Y E adalah monitor portabel dengan dua layar 24 inci yang bisa dilipat. Berat total 4,4 kg membuatnya lebih ringan dari membawa dua monitor 24 inci biasa. Meski tidak bisa masuk tas kecil, perangkat ini cukup ringkas untuk dibawa dalam perjalanan dinas atau presentasi klien.
Engsel kokoh memungkinkan kedua panel diputar lebih dari 300 derajat. Ada kickstand di panel bawah, jadi kamu bisa mengatur konfigurasi vertikal, horizontal, atau mode tenda (tent mode) untuk berbagi layar saat presentasi.
Windows secara otomatis menyesuaikan orientasi layar saat dilipat ke mode tenda. Kedua panel bisa berjalan hanya dengan satu kabel USB-C. Sayangnya, dukungan untuk Mac terbatas—MacBook Air misalnya, hanya bisa mendorong satu layar eksternal.
Resolusi 1080p di panel 24 inci menghasilkan kerapatan piksel yang rendah. Font terlihat kasar, detail gambar tidak tajam. Ini bukan masalah besar untuk dokumen atau spreadsheet, tapi kurang ideal untuk pekerjaan desain atau video editing.
Dari sisi konektivitas, tidak ada USB-C power delivery. Artinya, kamu butuh dua adaptor daya: satu untuk laptop, satu untuk monitor. Port juga hanya ada di satu sisi panel bawah, tidak ada USB-C cadangan di sisi lain untuk manajemen kabel yang lebih rapi.
Dua panel 24 inci memberikan area kerja fisik yang besar. Kamu bisa membuka empat jendela aplikasi sekaligus—dua per panel. Tapi karena resolusi rendah, setiap jendela hanya punya 960 piksel horizontal. Untuk multitasking berat, ini terasa sempit.
Tidak ada HDR sama sekali. Coverage warna 72% NTSC juga standar rendah. Monitor ini cocok untuk kerja produktivitas, bukan untuk akurasi warna.
Acer PD243Y E adalah solusi portabel untuk profesional yang butuh banyak layar di lokasi berbeda. Presentasi, coding, atau kerja administrasi jadi lebih efisien. Tapi jika prioritasmu adalah ketajaman gambar atau akurasi warna, cari monitor dengan resolusi lebih tinggi atau dukungan HDR.
Di Indonesia, monitor portabel dengan konsep ganda seperti ini masih jarang. Harga resmi belum diumumkan untuk pasar lokal, tapi di luar negeri dibanderol sekitar USD 500 (estimasi Rp 8,2 juta).