AMUNTAI — Petugas Dinas PUPR HSU menemukan sejumlah barang bekas berukuran besar yang menyumbat aliran drainase di pusat Kota Amuntai. Barang-barang tersebut, seperti kursi dan televisi rusak, diduga sengaja dibuang ke saluran air oleh oknum warga, sehingga memperparah genangan saat hujan deras.
Kepala Dinas PUPR HSU menyebutkan bahwa temuan ini merupakan bagian dari pemetaan sistem drainase yang tengah dilakukan secara menyeluruh di kawasan perkotaan. "Kami menemukan kursi, televisi, dan berbagai sampah rumah tangga lainnya yang menghambat aliran air," ujarnya dalam keterangan yang diterima baru-baru ini.
Pemetaan drainase ini difokuskan di sepanjang jalan protokol dan kawasan padat penduduk di Amuntai. Langkah ini diambil setelah keluhan warga terkait banjir lokal meningkat dalam beberapa pekan terakhir.
Dinas PUPR HSU menargetkan seluruh titik rawan genangan di jantung kota terpetakan dalam waktu dekat. Data dari pemetaan ini akan menjadi dasar untuk menentukan prioritas normalisasi saluran air.
Setelah pemetaan rampung, Dinas PUPR HSU akan mengerahkan alat berat untuk membersihkan saluran yang tersumbat. Pembersihan ini dijadwalkan berlangsung secara bertahap, dimulai dari titik-titik yang paling kritis.
Pihak dinas juga mengimbau warga untuk tidak membuang sampah sembarangan ke saluran air. "Kami akan meningkatkan sosialisasi dan pengawasan agar kejadian serupa tidak terulang," tambah Kepala Dinas PUPR HSU.
Pemerintah Kabupaten HSU berharap langkah ini dapat mengurangi risiko banjir di musim hujan mendatang. Pemetaan dan pembersihan drainase menjadi prioritas untuk menjaga kelancaran aktivitas warga di pusat kota.