Komunitas Rumah Pena BerAksi di Tanah Bumbu Rilis Buku Antologi Esai dan Opini Perdana, 44 Penulis Terlibat

Penulis: Zulham Nasution  •  Selasa, 19 Mei 2026 | 14:29:42 WIB
Komunitas Rumah Pena BerAksi merilis buku antologi esai dan opini perdana di Tanah Bumbu.

BATULICIN — Komunitas Rumah Pena BerAksi memutuskan untuk menerbitkan buku antologi esai dan opini pertama di Kabupaten Tanah Bumbu. Langkah ini sekaligus menjawab kegelisahan akan minimnya genre penulisan nonfiksi di wilayah tersebut, yang selama ini lebih akrab dengan puisi dan cerpen.

Editor buku, Puja Mandela, mengumumkan secara resmi 44 nama penulis yang karyanya lolos kurasi pada Senin lalu di Batulicin. "Kami baru saja mengumumkan 44 nama penulis yang karyanya masuk dalam antologi Suara dari Tenggara tentang pikiran, manusia, dan catatan zaman," ujarnya.

Bukan Sekadar Kumpulan Tulisan, Tapi Rekam Zaman

Buku "Suara dari Tenggara" akan menghimpun 47 karya esai dan opini. Para penulisnya berasal dari kalangan pelajar, guru, dosen, jurnalis, pegiat literasi, sastrawan, budayawan, hingga pekerja kreatif di Kalimantan Selatan.

Puja menjelaskan bahwa antologi ini disusun sebagai ruang bersama untuk merekam kegelisahan sosial, perubahan budaya, pendidikan, hingga dinamika kehidupan masyarakat modern. "Di tengah perkembangan teknologi digital, buku ini menjadi salah satu upaya untuk mendokumentasikan pemikiran kritis," katanya.

Tak hanya soal pendidikan dan budaya membaca, buku ini juga memuat refleksi tentang kebisingan media sosial, budaya instan, kecerdasan buatan (AI), krisis komunikasi, hingga dunia jurnalistik. Beberapa judul esai yang masuk antara lain "Jurnalis: Mabuk dan Menangis" karya Zalyan Shodiqin Abdi, "Ketika Literasi Kalah oleh Notifikasi" oleh Kailla Sanabil Hazrina, dan "Wartawan Seremonial" oleh Puja Mandela.

Melibatkan Penulis dari Tiga Daerah Lain

Agar perspektif yang dihadirkan lebih luas, penyelenggara juga mengundang tujuh penulis tamu dari Kota Banjarmasin, Banjarbaru, dan Kabupaten Banjar. Langkah ini dinilai penting untuk memperkaya sudut pandang dalam setiap esai yang ditulis.

Puja berharap buku ini bisa menjadi bahan referensi soal literasi daerah dan bahan ajar penulisan opini-esai bagi para guru bahasa Indonesia. "Awal penerbitan, insya Allah kami akan mencetak sebanyak 150-200 eksemplar," terangnya.

Duta Baca Indonesia Beri Apresiasi

Duta Baca Indonesia, Gol A Gong, menyambut baik rencana penerbitan buku ini. Ia memberikan ucapan selamat secara langsung kepada komunitas Rumah Pena BerAksi. "Selamat merayakan buku," ucap Gol A Gong.

Komunitas Rumah Pena BerAksi sendiri dikenal aktif dalam berbagai kegiatan literasi di Tanah Bumbu. Penerbitan buku ini menjadi bukti nyata bahwa ekosistem literasi di daerah tengah bertumbuh, tidak lagi hanya berkutat pada genre fiksi.

Reporter: Zulham Nasution
Sumber: kalsel.antaranews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top