BARABAI — Banjir yang melanda pusat Kota Barabai, Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST), Kalimantan Selatan, sejak Senin (18/5) siang melumpuhkan aktivitas warga. Air merendam ruas jalan utama, sekolah, perkantoran, dan fasilitas umum, termasuk Pasar Murakata yang menjadi pusat perekonomian warga.
Ketinggian air di sejumlah titik bervariasi. Di kawasan Simpang Ulama, Sarigading, Kampung Kadi, Bungur, Munti Raya, dan Jalan P.M Noor, genangan mencapai sepinggang orang dewasa. Di gang-gang sempit dan bantaran sungai, kondisi lebih parah.
Seorang pedagang di Pasar Murakata, Kastan, mengaku aktivitas jual beli lumpuh total. "Betul, sudah berdampak banar. Kami pedagang di pasar tidak bisa berjualan," katanya kepada ANTARA, Senin.
Ia berharap banjir segera surut agar ia dan pedagang lain bisa kembali berdagang. Aktivitas warga di luar pasar, seperti mobilitas ke kantor dan sekolah, juga terhambat akibat genangan di ruas jalan utama.
Banjir ini dipicu hujan deras yang berlangsung sejak dua hari terakhir. Debit air sungai meningkat signifikan hingga meluap ke permukiman dan pusat kota. Meski hujan telah reda dan aliran sungai kembali lancar, genangan di beberapa kawasan belum menunjukkan tanda penurunan.
Bupati HST Samsul Rizal turun langsung memantau banjir di sejumlah titik. Ia menginstruksikan petugas membersihkan ranting pohon dan bambu yang menyumbat aliran air di bawah jembatan, termasuk di kawasan Jembatan Darma.
Hingga saat ini, BPBD HST masih melakukan pendataan wilayah terdampak. Banjir diperkirakan telah meluas ke sejumlah kecamatan dan puluhan desa. Petugas terus memantau perkembangan debit air di titik-titik rawan banjir.