PELAIHARI — Ketertarikan Abdus Salam Nasution dan Verocinca Yaennita Setiawan terhadap Pisang Tundang bermula dari sepiring cake. Keduanya mencicipi olahan kue berbahan pisang khas Tanah Laut itu di sebuah kedai di Pelaihari dan langsung jatuh hati pada cita rasanya yang unik.
“Kami merasa sangat terinspirasi. Kami berpikir bagaimana jika Pisang Tundang dijadikan motif Sasirangan,” ujar Yeni, sapaan akrab Verocinca, saat berkunjung ke KTH Bumi Priangan di Desa Bumi Jaya, Kecamatan Pelaihari.
Abdus dan Yeni datang langsung ke lokasi pengembangan buah tersebut di Bukit Priangan untuk melihat proses budidaya hingga pengolahan produk turunannya. Mereka mengaku kagum dengan upaya pengelola dalam mengembangkan komoditas lokal bernilai ekonomi tinggi itu.
Menurut Abdus, promosi yang dilakukan pemerintah daerah selama ini berhasil membawa Sasirangan Tanah Laut ke tingkat nasional dan internasional. Ia mencontohkan peran Bupati Tanah Laut H Rahmat Trianto dan Ketua Dekranasda Tala Hj Dian Rahmat yang gencar mengenalkan Sasirangan ke dunia fashion.
“Ke depan, kami ingin menggabungkan ciri khas Pisang Tundang dan Sasirangan dalam berbagai event nasional,” ungkap Abdus yang merupakan warga Kecamatan Bati-Bati.
Ketua KTH Bumi Priangan, Mas Mujiono, mengatakan kunjungan tersebut menjadi bukti bahwa Pisang Tundang tidak hanya potensial sebagai komoditas pertanian dan kuliner. Buah ini, kata dia, juga mampu menginspirasi kreativitas baru di bidang budaya dan fashion.
“Kami turut berbagi pengalaman mengenai pelestarian alam berbasis ekonomi kerakyatan dalam pengelolaan kawasan hutan lindung,” kata Mujiono, Senin (18/5/2026).
Dalam kesempatan itu, anggota KTH Bumi Priangan, Syaifullah alias Ipunx, turut menjelaskan pengelolaan sumber daya manusia dan alam untuk menjaga hutan lindung tetap produktif. Kelompok tani hutan ini kerap menerima kunjungan dari perguruan tinggi, instansi pemerintah, hingga pihak swasta, serta menjadi lokasi riset pengelolaan hutan dan pengembangan potensi lokal.
Pisang Tuntung Pandang atau Pisang Tundang merupakan buah khas Tanah Laut yang mulai banyak diolah menjadi aneka produk, mulai dari kue hingga makanan ringan. Kunjungan dua milenial dari Yayasan Pecinta Sasirangan Kalsel ini membuka peluang baru: menjadikan buah tersebut sebagai motif kain khas Kalimantan Selatan.
Ide perpaduan antara kuliner dan wastra tradisional itu diharapkan bisa memperkuat daya tarik Tanah Laut di mata wisatawan dan pasar kreatif nasional.