KALIMANTAN SELATAN — Kia berencana menghadirkan kembali Stinger, kali ini dalam bentuk kendaraan listrik. Desain baru ini terinspirasi dari konsep Meta Turismo, yang menampilkan visi Kia untuk sedan sport yang relevan bagi generasi muda di era digital.
Karim Habib, kepala desain Kia, mengungkapkan bahwa Meta Turismo merupakan ide mereka untuk sedan sport modern. “Kami memiliki sejarah dalam membuat mobil seperti Stinger, dan itu adalah sesuatu yang tidak ingin kami tinggalkan,” kata Habib. Kendaraan ini dirancang untuk menarik perhatian generasi gamer yang lebih muda.
Habib menjelaskan bahwa kendala utama dalam merealisasikan rencana ini adalah biaya pengembangan kendaraan listrik berkinerja tinggi. “Saat ini, ini lebih bersifat strategis. Harga untuk membuat EV performa tinggi adalah yang memperlambat kami. Kami berharap harga EV akan terus turun,” ujarnya. Dengan demikian, Kia berharap dapat memproduksi Meta Turismo dalam waktu dekat.
Stinger pertama kali diluncurkan pada 2017 dengan pilihan mesin bervariasi, termasuk turbo empat silinder dan V6 twin-turbo. Meskipun tidak mencapai target penjualan yang diharapkan, Stinger berhasil membangun basis penggemar setia. Namun, Kia menghentikan produksinya pada 2023.
Pergeseran fokus ke kendaraan listrik menunjukkan adaptasi Kia terhadap tren pasar yang semakin mengutamakan keberlanjutan dan teknologi canggih. Habib menegaskan, “Kami memahami apa yang menarik bagi generasi muda saat ini dan berusaha untuk menciptakan model yang dapat mengikat mereka secara emosional.”
Dengan peluncuran Stinger listrik yang direncanakan, Kia berambisi kembali menjadi pemain utama dalam segmen sedan sport, menciptakan inovasi yang sejalan dengan kebutuhan dan preferensi konsumen masa kini.