BANJARBARU — General Manager Bandara Internasional Syamsudin Noor, Stephanus Millyas Wardana, menyebut penyaluran TJSL periode ini mencakup tujuh pilar bantuan yang menyasar warga dan komunitas di sekitar bandara. Bantuan diberikan kepada penerima yang berada di kawasan terdampak operasional bandara.
Dari total Rp 170 juta pada periode ini, sebagian diarahkan ke penanganan karhutla. Manajemen bandara menggandeng Banjarbaru Rescue (Barres) 698 yang selama ini berkontribusi dalam pemadaman api di sekitar bandara.
Bantuan untuk Barres 698: Peremajaan APD hingga Operasional Relawan
Ketua Umum Barres 698, Kemas Akhmad Rudi Indrajaya, menyatakan bantuan TJSL akan dialokasikan untuk operasional dan alat pelindung diri (APD). Sebagian APD relawan sudah banyak yang tidak layak pakai.
"Mengingat APD kami juga sudah banyak yang sudah tidak layak pakai lagi, ini untuk peremajaan APD juga untuk kawan-kawan Barres, dan operasional kawan-kawan Barres," terangnya.
Selain bantuan dana, manajemen Bandara Syamsudin Noor membuka akses bagi relawan pemadam kebakaran di Posko Karhutla untuk mengambil air di kolam bandara. Akses tersebut diberikan sejak September 2026.
Lebih dari 2 Juta Liter Air Kolam Bandara untuk Pemadaman
Millyas menuturkan, pasokan air dari kolam bandara telah digunakan secara signifikan untuk kegiatan pemadaman di sekitar bandara. Pihaknya mencatat volume air yang disalurkan sudah melampaui 2 juta liter.
"Kalau catatan kami sekarang, sudah lebih dari 2 juta liter mungkin, sudah lebih dari 2 juta liter air yang sudah kami berikan untuk itu kegiatan pemadaman di sekitar bandara," jelasnya.
Manajemen juga berdiskusi dengan Barres 698 soal pemanfaatan dana TJSL untuk pembelian peralatan penunjang kegiatan pemadaman. Diskusi itu dilakukan saat penyerahan bantuan berlangsung.
"Tadi dengan bantuan dari Banjarbaru Rescue, kita diskusi juga bagaimana nanti dana dari kita itu untuk bisa disalurkan untuk pembelian peralatan untuk menunjang kegiatan mereka," tuturnya.
Fokus Barres 698: Karhutla dan Suplai Air Bersih
Rudi mengungkapkan, fokus Barres 698 saat ini terbagi dua, yakni penanganan karhutla dan suplai air bersih. Kedua pekerjaan itu berjalan bersamaan di lapangan.
Relawan damkar di bawah binaan Barres 698 bekerja keras untuk kedua tugas tersebut. Tangki air yang tersedia dipakai bergantian untuk pemadaman dan distribusi air bersih.
"Sementara tangki digunakan untuk pemadaman karhutla karena menyedot air seadanya di mana ada ketemu air, sampai sekretariat kita kuras lagi suplai air bersih lagi," tuntasnya.
Sepanjang 2026, total TJSL yang sudah disalurkan manajemen Bandara Internasional Syamsudin Noor mencapai sekitar Rp 750 juta. Penyaluran menyasar warga dan komunitas di sekitar kawasan bandara, dengan karhutla menjadi salah satu prioritas penanganan tahun ini.