SUNGAI LULUT — Ketua Umum FKPWK Adv H Rachmad Fadilah SH menyatakan pemutaran film Pengkhianatan G30S/PKI menjadi momentum bagi warga Kalimantan Selatan untuk mengambil pelajaran dari sejarah kelam bangsa. Menurutnya, generasi saat ini hidup di tengah arus informasi yang cepat sehingga rawan terprovokasi.
"Film Pengkhianatan G30S/PKI menjadikan kita di era digital lebih berhati-hati," tutur Rachmad Fadilah.
Rachmad menambahkan, anak bangsa saat ini mudah terprovokasi oleh berbagai isu yang belum tentu benar. Keberadaan FKPWK, lanjutnya, menjadi organisasi yang wajib menyatukan kembali generasi penerus agar tidak terpecah belah.
Gepak Kalsel Apresiasi Generasi Muda yang Mau Menonton
Ketua Umum Gepak Kalsel H Junaidi mengapresiasi sejumlah generasi muda yang bersedia menonton kembali film Pengkhianatan G30S/PKI. Menurutnya, kegiatan itu dapat menjadi ruang diskusi dan refleksi bersama mengenai pentingnya menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
"Ini dapat menjadi ruang diskusi dan refleksi bersama mengenai pentingnya menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI)," tambah Junaidi.
Junaidi menyebut Gepak Kalsel juga berupaya mempertahankan budaya dan adat Kalimantan. Upaya itu dilakukan agar masyarakat tidak mudah terpecah belah oleh isu yang berkembang.
Edukasi Lewat Pemutaran Film untuk Redam Adu Domba
Gepak Kalsel terus mengedukasi masyarakat melalui berbagai pemutaran film yang mampu menyatukan perbedaan. Junaidi menilai cara itu efektif untuk menangkal fitnah dan adu domba yang menyasar kerukunan warga.
"Kita terus mengedukasi masyarakat dengan berbagai pemutaran film yang mampu menyatukan perbedaan dan tidak mudah terfitnah serta adu domba," paparnya.
Pemutaran film berlangsung di Komplek Persada Raya 2, Sungai Lulut. Acara itu dihadiri sejumlah tokoh masyarakat, organisasi kemasyarakatan, pemuda, serta elemen masyarakat lainnya.
Refleksi Sejarah di Tengah Derasnya Informasi
Rachmad menyebut pemutaran film menjadi bagian dari upaya refleksi sejarah dan memperkuat nilai kebersamaan. Menurutnya, perkembangan informasi yang semakin cepat menuntut warga lebih selektif dalam menerima berita.
"Pemutaran film bagian upaya refleksi sejarah dan memperkuat nilai kebersamaan di tengah perkembangan informasi yang semakin cepat," imbuhnya.
Kegiatan yang digelar Kamis (1/10/2026) malam itu menjadi penutup rangkaian edukasi kebangsaan yang diinisiasi kedua organisasi. Gepak Kalsel dan FKPWK berencana melanjutkan program serupa di sejumlah titik lain di Kalimantan Selatan.