KALIMANTAN SELATAN — BMW resmi memperkenalkan 3-Series generasi kedelapan dengan kode G50, yang tampil dengan desain hampir identik dengan sedan listrik i3 EV. Meski eksteriornya serupa, keduanya dibangun di atas platform berbeda karena 3-Series tetap mengusung mesin pembakaran internal. Varian tertinggi M350 xDrive mengandalkan mesin B58 turbo inline-6 dengan sistem mild hybrid 48 volt.
BMW memperkenalkan 3-Series generasi terbaru dalam acara peluncuran resmi pabrikan. Model dengan kode internal G50 ini merupakan generasi kedelapan dari lini sedan sport kompak andalan BMW yang sudah lama menjadi tulang punggung penjualan mereka.
Desain eksterior G50 3-Series hampir tidak bisa dibedakan dari i3 EV yang diperkenalkan pada Maret lalu. BMW memang menerapkan bahasa desain Neue Klasse secara menyeluruh, tidak hanya untuk kendaraan listrik. Sebelumnya, BMW juga sudah menampilkan iX5 EV dan X5 versi mesin pembakaran internal pada Juni lalu dengan pendekatan desain yang sama.
Platform Berbeda Meski Tampilan Nyaris Kembar
Di balik kemiripan visualnya, 3-Series dan i3 EV dibangun di atas arsitektur yang sama sekali berbeda. i3 EV menggunakan platform khusus kendaraan listrik Neue Klasse dengan sistem kelistrikan 800 volt, sementara 3-Series memakai basis yang dirancang untuk menampung mesin pembakaran internal.
Perbedaan platform itu berimbas pada dimensi yang sedikit berbeda. Model mesin pembakaran internal tercatat 0,2 inci lebih panjang, 0,6 inci lebih sempit, dan satu inci lebih pendek dari i3 EV. Jarak sumbu rodanya juga 1,5 inci lebih pendek dibandingkan versi listrik.
M350 xDrive: Mesin B58 Hybrid dengan 448 HP
Varian teratas yang diperkenalkan adalah M350 xDrive, penerus efektif dari M340i. Model ini mengawinkan mesin B58 turbo inline-6 dengan sistem mild hybrid 48 volt. Tenaga yang dihasilkan mencapai 448 hp dan torsi 428 lb-ft.
Angka tersebut melonjak signifikan dibandingkan pendahulunya dari generasi G20 yang hanya menghasilkan 382 hp dan torsi 369 lb-ft. M350 xDrive hanya tersedia dengan penggerak semua roda, tetapi BMW menyiapkan mode drift yang menyalurkan tenaga sepenuhnya ke roda belakang. Fitur bernama "Drift Moment" itu baru akan dirilis melalui pembaruan perangkat lunak pada 2027.
Akselerasi 0-60 mph varian ini diklaim di bawah empat detik. BMW menyebut M350 xDrive sebagai varian paling cepat di jajaran 3-Series mesin pembakaran internal.
Varian Basis 330 dan 330 xDrive
Untuk pasar Amerika Serikat, model basis mendapat penamaan 330 dan 330 xDrive, bergantung pada pilihan penggerak roda belakang atau semua roda. Keduanya menggunakan mesin turbo empat silinder B58 berkapasitas 255 hp dan torsi 295 lb-ft.
BMW mengklaim varian empat silinder ini mampu berakselerasi 0-60 mph dalam 5,9 detik, terlepas dari konfigurasi penggerak rodanya. Catatan itu terpaut dua detik lebih lambat dari varian inline-6.
Layar Lebar dan Setir M Sport di Kabin
Bagian interior G50 mengikuti tren desain kabin BMW terkini. Panel instrumen didominasi layar lebar yang membentang di belakang dashboard, dipadukan layar sentral besar dengan potongan di dua sudutnya.
Dashboard nyaris tanpa trim, mengikuti gaya minimalis yang pertama kali diperkenalkan pada i3 EV. Pilihan setir mencakup versi dengan palang vertikal atau versi M Sport dengan dua palang diagonal di sudut bawah. Setir M Sport menjadi standar pada varian M350.
Harga dan Jadwal Pasar
BMW menyatakan G50 3-Series akan mulai dipasarkan pada kuartal pertama 2027. Varian M dari kedua model, baik EV maupun sedan mesin pembakaran, diperkirakan menyusul setelahnya.
- 330 (penggerak roda belakang): mulai 51.250 dolar AS
- 330 xDrive (penggerak semua roda): menyusul
- i3 EV dual motor: mulai 62.850 dolar AS
- M350 xDrive inline-6: mulai 62.250 dolar AS
Harga tersebut sudah termasuk biaya pengiriman dan penanganan. BMW belum mengumumkan apakah model ini akan masuk ke pasar Indonesia atau kapan jadwal peluncuran lokalnya.