BANJARMASIN — Penghargaan Championship TP2DD Terbaik Nasional diterima Ariadi Noor mewakili Gubernur Kalsel H. Muhidin pada rangkaian FEKDI x IFSE 2026. Ajang itu berlangsung 24–26 September 2026 di JICC, Jakarta, mengusung tema "Mempererat Sinergi, Memacu Inovasi, Mencetak Talenta Unggul Berdaya Saing Global untuk Kemajuan Ekonomi Keuangan Digital Nasional".
Kalsel tidak pulang dengan satu trofi. Andi Irawan, Kepala Bidang Inovasi Bapenda Provinsi Kalsel, meraih penghargaan Peserta Terbaik Katalis Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (P2DD) sekaligus PIDI DIGDAYA HACKATHON 2026.
Lima Provinsi Terbaik, Kalsel Wakili Regional Kalimantan
Championship TP2DD Terbaik Nasional tahun ini diberikan kepada lima provinsi. Kalsel menjadi satu-satunya wakil dari regional Kalimantan dalam daftar tersebut.
Bagi Ariadi, capaian itu bukan sekadar pengakuan atas kerja tim daerah. Ia menyebutnya sebagai amanah yang harus diterjemahkan menjadi kinerja nyata di lapangan.
"Alhamdulillah hari ini sangat membahagiakan bagi kita semua masyarakat Kalimantan Selatan. Ini sesuai dengan harapan Bapak Gubernur H. Muhidin, TP2DD Kalsel terbaik nasional dan regional Kalimantan," ujarnya usai kegiatan.
Dari Panggung Penghargaan ke Target Pertumbuhan Ekonomi
Ariadi menegaskan penghargaan tidak boleh berhenti sebagai pencapaian semata. Menurutnya, TPID Kalsel akan bekerja lebih giat mengendalikan inflasi daerah sesuai arahan Gubernur Muhidin.
"Ini menjadi motivasi bagi kita agar semua target pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat dapat terwujud. TPID Kalsel akan terus bekerja lebih giat lagi untuk mengendalikan inflasi daerah. Ini sesuai dengan arahan Pak Gubernur agar kita semua terus berkolaborasi," katanya.
Pengendalian inflasi dan digitalisasi daerah memang berjalan beriringan dalam kerangka kebijakan Pemprov Kalsel. Transaksi non-tunai di lingkungan pemerintah daerah dipandang mempercepat pelayanan sekaligus memperketat pencatatan penerimaan daerah.
Pajak dan Retribusi Daerah Diarahkan ke Sistem Digital
Kepala Bapenda Provinsi Kalsel Subhan Noor Yaumil menyebut capaian tersebut sebagai penyemangat memperluas digitalisasi transaksi pemerintah daerah. Pembayaran pajak dan retribusi di Kalsel kini diarahkan menggunakan sistem pembayaran digital.
"Harapannya dengan diraihnya penghargaan ini, semua transaksi di Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan, seperti pembayaran pajak daerah maupun retribusi daerah, akan terus kita tingkatkan lagi," ujarnya.
Perluasan kanal pembayaran digital menyasar wajib pajak di kabupaten dan kota. Lewat cara itu, warga tidak perlu lagi antre di loket untuk memenuhi kewajiban daerahnya.
Bank Indonesia Apresiasi Kolaborasi Lintas Pihak
Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalsel Haris Munandar menyampaikan apresiasi atas capaian TP2DD Kalsel. Ia menilai penghargaan itu buah kerja keras dan kolaborasi berbagai pihak.
"Kami mengucapkan selamat kepada Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan atas pencapaian prestasi yang diraih TP2DD. Ini tentunya berkat kerja keras semua pihak," katanya.
Bank Indonesia berkomitmen terus mendorong dan memfasilitasi masyarakat Kalsel agar terbiasa bertransaksi digital serta memanfaatkan teknologi dalam aktivitas ekonomi. Sosialisasi QRIS dan kanal pembayaran nontunai menjadi bagian dari upaya tersebut.
Bagi Pemprov Kalsel, deretan penghargaan di JICC menjadi modal memperkuat pemerintahan yang adaptif terhadap perkembangan teknologi. Arah kebijakan Gubernur Muhidin menempatkan digitalisasi sebagai pintu masuk peningkatan pelayanan dan aktivitas ekonomi warga Kalimantan Selatan.