BANJARMASIN — Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Selatan Diauddin menyatakan Posyandu kini menyasar seluruh kelompok usia dalam siklus kehidupan. Cakupannya meliputi ibu hamil dan menyusui, bayi dan balita, anak usia sekolah dan remaja, usia produktif, hingga lanjut usia.
Perluasan itu membuat Posyandu tidak lagi berhenti pada layanan kesehatan ibu dan anak. Lembaga kemasyarakatan desa dan kelurahan tersebut turut mendukung lima bidang Standar Pelayanan Minimal lainnya, yakni pendidikan, pekerjaan umum, perumahan rakyat, ketenteraman dan ketertiban umum, serta sosial.
Diauddin menegaskan peran strategis Posyandu terletak pada kedekatannya dengan warga. Layanan kesehatan bisa diakses lebih mudah oleh seluruh kelompok sasaran hingga tingkat desa dan kelurahan.
"Posyandu memiliki peran yang sangat strategis dalam mendekatkan pelayanan kepada masyarakat. Melalui Posyandu, pelayanan kesehatan dapat diakses lebih mudah oleh seluruh kelompok sasaran, sehingga upaya peningkatan derajat kesehatan masyarakat dapat dilakukan secara lebih menyeluruh dan berkesinambungan," ujar Diauddin di Banjarmasin, (22/10/2026).
Menurut Diauddin, kader Posyandu berperan sebagai penggerak dan agen perubahan perilaku hidup sehat di lingkungan warga. Keberadaan mereka memastikan program dan layanan pemerintah menjangkau masyarakat hingga tingkat desa dan kelurahan.
"Kader Posyandu bukan sekadar membantu pelaksanaan kegiatan pelayanan, tetapi juga menjadi penggerak masyarakat untuk menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat. Karena itu, peningkatan kapasitas kader harus terus dilakukan agar mereka semakin memahami tugas, fungsi, serta tanggung jawabnya," tegasnya.
Diauddin mengakui pemberdayaan Posyandu bukan pekerjaan mudah. Dibutuhkan pembinaan berkelanjutan, dukungan berbagai pihak, dan komitmen kuat para kader dalam menjalankan pengabdian.
Diauddin menyebut kompetensi dan kesungguhan kader sebagai faktor yang sangat menentukan keberhasilan pemberdayaan Posyandu. Kader perlu terus didorong meningkatkan kemampuan dan menjaga semangat pengabdian.
Ia juga menekankan keberhasilan pembangunan kesehatan tidak bisa hanya bertumpu pada tenaga kesehatan. Partisipasi aktif masyarakat melalui kader Posyandu menjadi bagian yang tak terpisahkan.
"Kompetensi dan kesungguhan kader menjadi salah satu faktor yang sangat menentukan keberhasilan pemberdayaan Posyandu. Oleh sebab itu, kader perlu terus didorong untuk meningkatkan kemampuan, menjaga semangat pengabdian, dan memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat," ungkapnya.
Sinergi antara pemerintah, tenaga kesehatan, pemerintah desa dan kelurahan, serta masyarakat disebutnya sebagai kunci penguatan pelayanan kesehatan berbasis komunitas. Diauddin menutup dengan apresiasi kepada seluruh kader Posyandu atas dedikasi dan pengabdian mereka.
"Terima kasih dan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh kader Posyandu yang telah mendedikasikan waktu, tenaga, dan pikirannya untuk masyarakat. Semoga melalui peningkatan kapasitas dan penguatan kolaborasi, Posyandu semakin berdaya dan mampu memberikan manfaat yang lebih besar bagi peningkatan kualitas kesehatan masyarakat Kalimantan Selatan," tutupnya.