KALIMANTAN SELATAN — Bruno Fernandes menutup musim 2025/2026 dengan 21 assist di Premier League, melampaui rekor 20 assist yang sebelumnya dipegang Thierry Henry dan Kevin De Bruyne. Catatan itu menjadi puncak perjalanan panjang gelandang asal Portugal tersebut, dari Serie A Italia hingga ban kapten Manchester United.
Rekor assist tersebut bukan muncul tiba-tiba. Bruno menapaki jalur berliku sebelum akhirnya menjadi kreator serangan paling produktif di Premier League pada musim itu, dengan latar karier yang dimulai jauh dari sorotan sepak bola Inggris.
Bruno Fernandes lahir di Maia, Portugal, pada 8 September 1994. Karier profesionalnya dimulai di Italia bersama Novara, sebelum berlanjut ke Udinese dan Sampdoria.
Pengalaman di Serie A memberinya ruang berkembang di tengah persaingan level tertinggi sepak bola Italia. Periode itu menjadi fondasi sebelum ia kembali ke Portugal.
Bersama Sporting CP, kemampuan Bruno menciptakan peluang dan mencetak gol semakin menonjol. Musim 2018/2019 tercatat sebagai salah satu periode terbaiknya dengan 32 gol dari 53 pertandingan di seluruh kompetisi.
Produktivitas itu menunjukkan Bruno bukan hanya piawai memberi umpan, tetapi juga ancaman langsung bagi pertahanan lawan. Penampilan tersebut yang membuka jalan kepindahannya ke Manchester United.
Manchester United merekrut Bruno pada 30 Januari 2020. Ia menjalani debut bersama Setan Merah pada 1 Februari 2020.
Kehadirannya menambah kreativitas di lini tengah, terutama dalam membangun serangan dan menciptakan peluang bagi rekan-rekannya. Sejak debut, ia berkembang menjadi salah satu pemain penting dalam skuad.
Bersama Manchester United, Bruno turut merasakan keberhasilan meraih Piala Liga Inggris pada musim 2022/2023 dan Piala FA pada 2023/2024.
Ia juga dipercaya menjadi kapten tim. Tanggung jawab itu membuat perannya tidak terbatas pada kontribusi di lapangan, tetapi juga menjaga semangat dan mengarahkan rekan-rekan ketika tim menghadapi tantangan.
Musim 2025/2026 menjadi periode penting dalam perjalanan Bruno di Premier League. Ia mengakhiri kompetisi dengan koleksi 21 assist.
Torehan tersebut menegaskan posisinya sebagai salah satu kreator serangan paling produktif di kompetisi itu pada musim tersebut, sekaligus melengkapi perjalanan panjangnya dari sepak bola Italia, kembali ke Portugal, hingga menjadi kapten Manchester United.