Sembilan Prodi FKIP ULM Raih Akreditasi Internasional ACQUIN Jerman, Berlaku hingga 2032

Penulis: Zulham Nasution  •  Rabu, 21 Oktober 2026 | 16:01:01 WIB
Sertifikat akreditasi internasional ACQUIN diserahkan kepada sembilan program studi FKIP ULM.

BANJARMASIN — Sertifikat akreditasi diserahkan setelah proses panjang sekitar dua tahun, mulai dari penyusunan dokumen, review, hingga penetapan asesmen lapangan. Kepala Lembaga Penjaminan Mutu dan Pengembangan Pendidikan (LPMPP) ULM, Prof Agung Nugroho, menyebut lembaga akreditasi yang digunakan telah diakui Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi.

“Proses ini sudah berjalan sekitar dua tahun, mulai dari penyusunan dokumen, review, hingga penetapan asesmen lapangan. Lembaga akreditasi yang kami gunakan telah diakui Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi,” jelas Agung.

Sembilan Prodi yang Terakreditasi ACQUIN

Kesembilan program studi yang memperoleh pengakuan internasional adalah Pendidikan Sejarah, Pendidikan Ekonomi, Pendidikan Sosiologi, Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan, Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial, Pendidikan Seni, Pendidikan Geografi, Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, serta Pendidikan Bahasa Inggris.

ACQUIN sendiri merupakan anggota European Quality Assurance Register for Higher Education (EQAR) sejak 2009. Status keanggotaan itu menempatkan lembaga asal Jerman tersebut dalam kerangka penjaminan mutu pendidikan tinggi Eropa.

12 Asesor dari Jerman hingga Slowakia Verifikasi Fasilitas dan Kurikulum

Visitasi berlangsung secara hybrid pada 12–13 Februari 2026 di FKIP ULM. Sebanyak 12 tim penilai diterjunkan, terdiri dari 3 representatif ACQUIN dan 9 expert dari berbagai universitas di Jerman, Rumania, Yordania, Albania, Malaysia, dan Slowakia.

Para asesor tidak hanya menelaah dokumen. Mereka memverifikasi fasilitas, kurikulum berbasis Outcome-Based Education (OBE), sistem penjaminan mutu, dan layanan akademik. Wawancara dilakukan dengan pimpinan, dosen, tenaga kependidikan, mahasiswa, alumni, hingga pengguna lulusan.

Rektor: Capaian Ini Harus Memotivasi Prodi Lain

Rektor ULM, Dr dr Iwan Aflanie, M.Kes.Sp.F, SH, mengapresiasi kerja tim dari tingkat program studi, fakultas, hingga universitas. Menurutnya, capaian ini menunjukkan komitmen kampus dalam meningkatkan mutu pendidikan bagi seluruh mahasiswa.

“Akreditasi yang diraih sembilan program studi ini juga diharapkan dapat memotivasi program studi lain agar mampu meraih akreditasi internasional,” tambahnya.

Enam Prodi Menyusul, Target 2029 Seluruh FKIP Terakreditasi

Dekan FKIP ULM, Dr Sunarno Basuki, menyampaikan terima kasih kepada Rektor dan semua pihak yang terlibat sejak tahap perencanaan. Ia menyebut hasil ini membanggakan ULM dan warga Kalimantan Selatan.

“Hasil ini sangat memuaskan semua pihak serta membanggakan ULM dan warga Kalsel,” ujarnya.

FKIP ULM telah menyiapkan langkah lanjutan. Mulai akhir 2026 hingga 2027, enam program studi lain dijadwalkan mengikuti akreditasi internasional. Sunarno menargetkan pada 2028 ada 15 program studi terakreditasi internasional, dan pada 2029 seluruh program studi di FKIP ULM menyusul.

Dengan capaian ini, lulusan sembilan program studi tersebut memperoleh pengakuan mutu yang setara dengan standar penjaminan mutu pendidikan tinggi Eropa. Pengakuan itu sekaligus memperkuat posisi ULM sebagai perguruan tinggi negeri terkemuka di Kalimantan.

Reporter: Zulham Nasution
Sumber: kalimantanpost.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top