WhatsApp Uji Browser Internal, Semua Link Bisa Dibuka di Aplikasi

Penulis: Zulham Nasution  •  Selasa, 20 Oktober 2026 | 13:37:32 WIB
WhatsApp mengembangkan fitur browser internal yang memungkinkan tautan dibuka langsung di dalam aplikasi.

KALIMANTAN SELATAN — WhatsApp tengah mengembangkan fitur browser internal yang memungkinkan pengguna membuka seluruh tautan di dalam aplikasi, bukan lagi dilempar ke browser bawaan ponsel. Fitur ini ditemukan di build TestFlight terbaru dan akan hadir sebagai opsi di menu Pengaturan > Obrolan, menyusul dukungan serupa untuk link bisnis yang diuji sejak Mei tahun lalu. Perubahan ini menyentuh kebiasaan sehari-hari pengguna iPhone yang selama ini selalu keluar aplikasi setiap kali menerima link.

Pengujian browser internal WhatsApp pertama kali terungkap pada Mei tahun lalu, ketika aplikasi milik Meta itu membatasi dukungannya hanya untuk situs bisnis berprotokol HTTPS. Kini cakupannya diperluas ke semua tautan yang dikirim dan diterima di ruang obrolan.

Fitur ini belum bisa dicoba oleh penguji beta. WABetaInfo menemukan rujukannya di build TestFlight terbaru WhatsApp dan membagikan tangkapan layar cara kerjanya.

Apa yang Berubah di Menu Pengaturan

WhatsApp menambahkan opsi baru bernama "In-app browser" di bawah Settings > Chats. Dari situ pengguna bisa memilih apakah tautan dibuka langsung di dalam WhatsApp atau tetap di browser default.

Layar pengaturan yang sama juga menyediakan tombol untuk menghapus cookie, cache, dan data penjelajahan lain yang tersimpan oleh browser internal WhatsApp. Jadi jejak browsing tidak menumpuk tanpa kendali pengguna.

Saat fitur diaktifkan pertama kali, WhatsApp menampilkan bottom sheet berisi penjelasan singkat. Isinya memberi tahu bahwa pengguna kini bisa membuka tautan apa pun tanpa keluar aplikasi, dan bisa mengembalikan ke browser default kapan saja.

Soal Privasi: Klaim WhatsApp dan Catatan Pengguna

WABetaInfo menyebut WhatsApp tidak dapat melihat tautan yang dibagikan dalam percakapan, termasuk tautan mana yang dibuka pengguna. Klaim ini menjadi penting karena browser internal kerap dikritik sebagai celah baru pengumpulan data.

Kritik itu muncul di kolom komentar laporan tersebut. Seorang pengguna menulis bahwa kehadiran browser internal berarti "lebih banyak penambangan data", dan menyarankan agar orang tidak memakai in-app browser sama sekali.

Kekhawatiran semacam ini bukan tanpa dasar. Browser internal memberi aplikasi kendali penuh atas sesi penjelajahan, mulai dari cookie hingga riwayat, sehingga pengguna perlu memastikan sendiri data apa yang tersimpan dan kapan harus dibersihkan.

Kapan Fitur Ini Tersedia

Belum ada keterangan resmi soal jadwal rilis. Seperti temuan lain di build TestFlight WhatsApp, fitur bisa saja berubah, tertunda, atau dibatalkan sebelum sampai ke penguji beta.

Yang jelas, arah pengembangannya sudah terlihat: WhatsApp ingin menahan pengguna lebih lama di dalam aplikasi, sejalan dengan langkah Meta menjadikan WhatsApp kanal layanan yang lebih luas ketimbang sekadar aplikasi pesan.

Bagi pengguna Indonesia, fitur ini relevan karena tautan dagang, katalog, dan pembayaran makin sering dikirim lewat chat. Kalau browser internal benar-benar rilis, kebiasaan membuka link akan bergeser ke dalam WhatsApp, dan pengaturan pembersihan data di menu Obrolan jadi hal pertama yang perlu dicek.

Reporter: Zulham Nasution
Sumber: 9to5mac.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top