BANJARBARU — Pemerintah Kota Banjarbaru memfasilitasi pertemuan bisnis antara pelaku usaha daerah dan pembeli mancanegara selama lima hari pameran. Fasilitasi itu menghasilkan satu kerja sama industri kreatif dan tiga nota kesepahaman di sektor kopi.
Di sektor industri kreatif, kerja sama dijalin melalui Dina Desiana, Founder PT Shanum Shezan Innovation, dengan Ismawan Amir, Manager GAMAR Furniture Pte Ltd. dari Singapura. Kesepakatan berfokus pada pengadaan produk dekorasi rumah dan pemanfaatan limbah tekstil melalui proses daur ulang.
Kerja sama tersebut diarahkan untuk memenuhi permintaan produk dekorasi rumah ramah lingkungan di pasar Singapura secara berkelanjutan mulai 2026. Produk yang disepakati berbahan dasar limbah tekstil yang diolah kembali menjadi barang bernilai jual.
Sektor kopi mencatatkan dua nota kesepahaman yang melibatkan HerBorneo Kopi, usaha komoditas lokal yang dipimpin M. Khalid. MoU pertama ditandatangani pada 16 Oktober 2026 dengan Translit Logistic Pte Ltd yang diwakili Arun dan Ravi.
Kesepakatan itu mencakup suplai greenbean atau biji kopi mentah serta produk olahan kopi untuk pasar India, Yaman, dan Dubai. Ravi disebut telah menjalin hubungan dengan pasar Kalimantan Selatan sejak 2000 melalui perdagangan komoditas seperti kayu manis dan batu bara.
"Saya sudah berhubungan dengan pasar Kalimantan Selatan sejak tahun 2000 untuk komoditas kayu manis dan batu bara. Kualitas produk kopi dari Banjarbaru ini sangat potensial dan memiliki cita rasa khas yang kami yakini dapat diterima dengan sangat baik oleh konsumen di India, Yaman, maupun Dubai," ujar Ravi usai penandatanganan MoU di ICE BSD Tangerang.
Peluang pasar kopi Banjarbaru juga meluas ke Afrika Barat. Pada 18 Oktober 2026, HerBorneo Kopi kembali menandatangani MoU B2B dengan Dakar Invest, perusahaan asal Senegal.
Kesepakatan itu mencakup permintaan pasokan greenbean dan roasted bean atau biji kopi sangrai, dengan target pengiriman mulai 2026. Senegal menjadi pasar terjauh yang dijangkau produk kopi Banjarbaru dalam rangkaian pameran ini.
Rangkaian kesepakatan tersebut membuka peluang bagi pelaku usaha Banjarbaru untuk memperluas jaringan perdagangan dan memperkenalkan produk lokal kepada calon pembeli internasional. Pemkot Banjarbaru berharap partisipasi dalam TEI ke-41 mendorong lebih banyak UMKM daerah menjajaki pasar luar negeri.
Pengembangan jejaring bisnis dan penguatan kualitas produk disebut menjadi bagian penting agar komoditas unggulan serta produk kreatif Banjarbaru dapat menjangkau pasar yang lebih luas. TEI ke-41 sendiri berlangsung di Indonesia Convention Exhibition BSD City, Tangerang, pada 14–18 Oktober 2026.