KALIMANTAN SELATAN — Meta menghapus klausul dalam ketentuan layanan bisnis yang sempat memberi izin perusahaan memakai konten dari domain dan URL akun bisnis untuk melatih model AI. Perubahan itu dilakukan setelah sejumlah pakar hukum menyoroti potensi penyalahgunaan data penerbit. Meta menegaskan penghapusan ini tidak mengubah cara crawler mereka bekerja.
Klausul yang dihapus sebelumnya tercantum dalam pembaruan commercial terms of use Meta. Dalam dokumen itu, perusahaan menyatakan dapat "menggunakan konten apa pun dari domain, halaman web, atau URL akun bisnis" untuk mengembangkan, meningkatkan, meneliti, dan menjaga integritas produk serta layanan Meta.
Pakar hukum yang diwawancarai Nieman Lab menilai pasal tersebut sebagai ketentuan yang luar biasa. Sebab, siapa pun yang punya akun bisnis Meta berpotensi memberi izin perusahaan untuk mengambil konten situs mereka dan memakainya sebagai bahan pelatihan model AI.
Ketentuan itu berlaku bagi pemilik akun bisnis di ekosistem Meta, termasuk pengelola halaman dan pengiklan. Cakupannya mencakup konten dari domain, halaman web, maupun URL yang terhubung dengan akun tersebut.
Frasa "train" dalam klausul menjadi sorotan utama. Istilah itu dibaca sebagai izin eksplisit untuk memakai materi penerbit sebagai data pelatihan kecerdasan buatan, bukan sekadar untuk menampilkan konten di platform.
Juru bicara Meta menegaskan pembaruan ketentuan tersebut bukan bentuk perubahan pada cara perusahaan merayapi web. Pihaknya lalu menghapus pasal itu dari dokumen resmi setelah mendapat sorotan publik.
"Kami mendengar Anda dan ingin menjelaskan: ketentuan crawling yang kami konsolidasikan hanya berlaku untuk produk iklan dan bisnis kami, dan kami telah memperjelasnya di dalam ketentuan itu sendiri," kata Meta dalam pernyataannya, dikutip The Verge.
Perusahaan menambahkan klarifikasi tersebut tidak mengubah cara Meta menggunakan web crawler. Artinya, praktik pengambilan data yang sudah berjalan tetap sama seperti sebelumnya.
Kasus ini menyentuh perdebatan yang lebih luas soal hak penerbit atas kontennya di era AI generatif. Meta sendiri pernah memenangi gugatan hak cipta berprofil tinggi tahun lalu, tetapi sejumlah perkara lain terhadap perusahaan AI masih berjalan.
Bagi pelaku bisnis digital di Indonesia, insiden ini menjadi pengingat bahwa ketentuan layanan platform bisa berubah cepat. Pemilik situs dan pengelola akun bisnis perlu membaca ulang dokumen terms of service secara berkala, terutama pasal yang menyangkut penggunaan data.
Di sisi lain, penghapusan klausul menunjukkan tekanan publik dan sorotan media masih efektif mendorong platform me