BANJARMASIN — Pengurus Provinsi Persatuan Sepaktakraw Seluruh Indonesia (PSTI) Kalsel mencatat 12 daerah mengirim atlet, terdiri dari Kotabaru, Banjarmasin, Banjarbaru, Tanah Bumbu, Tanah Laut, Tabalong, Balangan, Hulu Sungai Utara, Hulu Sungai Tengah, Tapin, dan Kabupaten Banjar.
Ketua Umum Pengprov PSTI Kalsel Dewi Raisha Aprilia menyebut hanya Kabupaten Batola yang tak mengirim wakilnya di Kejurprov Sepak Takraw kali ini. "Hanya Kabupaten Batola yang tak mengirim wakilnya di Kejurprov Sepak Takraw kali ini," paparnya didampingi Ketua Harian PSTI Kalsel, Zainal Abidin, Sabtu (17/10).
Nomor yang dipertandingkan hanya beregu. Senior putra diikuti 11 regu, senior putri 6 regu, junior putra 11 regu, dan junior putri 7 regu.
Raisha menyampaikan apresiasi kepada panitia pelaksana, pengurus PSTI, para pelatih, ofisial, serta semua pihak yang telah bekerja keras sehingga kejuaraan ini dapat terlaksana.
Anggota DPRD Kalsel itu menegaskan kejuaraan ini bukan sekadar ajang memperebutkan gelar juara dan medali. "Kejurprov Sepak Takraw kali ini bukan sekadar ajang untuk memperebutkan gelar juara dan medali. Lebih dari itu, kejuaraan ini merupakan sarana untuk mempererat tali silaturahmi, meningkatkan persaudaraan antardaerah, serta menjadi wadah pembinaan dan evaluasi terhadap kemampuan para atlet sepak takraw di Kalsel," ujarnya.
Melalui kejuaraan ini, PSTI Kalsel berharap menemukan bibit-bibit atlet berbakat yang mampu berprestasi di tingkat regional, nasional, bahkan internasional, serta membawa nama harum Provinsi Kalsel.
Raisha meminta seluruh atlet menjunjung tinggi sportivitas, disiplin, kerja keras, dan rasa persaudaraan. "Tunjukkan kemampuan terbaik yang telah kalian persiapkan selama latihan. Bertandinglah dengan penuh semangat, hormati keputusan wasit, hargai lawan, dan jadikan setiap pertandingan sebagai pengalaman berharga untuk meningkatkan prestasi," pesannya.
Menurutnya, kemenangan memang membanggakan, tetapi sikap sportif, kejujuran, dan semangat pantang menyerah merupakan nilai-nilai yang jauh lebih penting dalam dunia olahraga. Ia juga meminta Kejurprov dijadikan momentum meningkatkan kualitas pembinaan olahraga, memperkuat organisasi, serta membangun semangat kebersamaan demi kemajuan sepak takraw di Banua.
Juara bertahan nomor beregu putri, Kotabaru, bertekad mempertahankan medali emas yang diraihnya di Porprov XI di Tanah Laut. "Kami akan berusaha mempertahankan medali emas di nomor beregu ini," kata Kurnia, pesepak takraw putri.
Kotabaru akan menurunkan pemain andalannya Kurnia, Debi, Susly, dan Intan di nomor beregu putri.