Wamenko Pangan Hanif Faisol Susun Strategi Baru Karhutla Kalsel, Fokus Pemetaan Poligon dan Operasi Sabtu di Handil Bakti

Penulis: Zulham Nasution  •  Sabtu, 10 Oktober 2026 | 10:43:32 WIB
Wamenko Pangan Hanif Faisol Nurofiq memimpin pertemuan teknis penanganan karhutla di Banjarbaru.

Wakil Menteri Koordinator Bidang Pangan Hanif Faisol Nurofiq mematangkan strategi baru penanganan kebakaran hutan dan lahan di Kalimantan Selatan melalui pemetaan poligon sasaran yang lebih terperinci. Langkah tersebut diambil karena api yang belum sepenuhnya padam berpotensi merembet ke wilayah lain di tengah keterbatasan sumber daya. Pertemuan teknis dengan 10 unit usaha dan apel gelar pasukan pada Sabtu (10/10) menjadi rangkaian operasi darurat yang disiapkan pemerintah.

BANJARBARU — Hanif Faisol Nurofiq menilai penanganan karhutla yang berjalan selama ini masih menyisakan titik api aktif. Kondisi itu membuat kobaran api bergerak ke wilayah tetangga dan memperluas area terdampak. Pemerintah pun menyiapkan pendekatan baru yang bertumpu pada pemetaan sasaran dan pembagian tugas antarinstansi.

Menurut Hanif, persoalan utama bukan pada ketiadaan upaya pemadaman, melainkan pada api yang belum tuntas dipadamkan. Ia menyebut risiko perembetan sebagai pemicu utama perlunya perubahan cara kerja di lapangan.

"Penanganan sebenarnya sudah berjalan, tetapi karena api belum mati, akhirnya merembet ke wilayah lain. Karena itu, diperlukan strategi baru untuk melakukan penanganan," ujarnya di Banjarbaru.

Pemetaan Poligon Jadi Dasar Pergerakan Tim Lapangan

Langkah awal yang disiapkan adalah penyusunan peta terperinci dengan penandaan pada sejumlah poligon sasaran. Peta itu dipakai untuk menentukan lokasi prioritas dan mempercepat pergerakan personel saat pemadaman. Tim teknis dari kementerian bersama perangkat daerah membahas peta tersebut pada Jumat pagi guna mematangkan rencana operasi darurat.

Setelah pembahasan rampung, dinas terkait bergerak mengikuti rancangan kegiatan yang telah disusun. Pembagian tugas dibuat lebih jelas agar setiap unit mengetahui wilayah kerja masing-masing.

10 Unit Usaha Dilibatkan dalam Pertemuan Teknis Usai Shalat Jumat

Pemerintah menjadwalkan pertemuan teknis seusai Shalat Jumat dengan melibatkan 10 unit usaha. Forum itu dipakai untuk menyelaraskan dukungan dan kesiapan penanganan karhutla di lapangan. Keterlibatan perusahaan dinilai penting karena sebagian titik api berada di area konsesi.

Pada Sabtu (10/10), apel gelar pasukan digelar sebelum operasi menuju lokasi sasaran. Dua kawasan menjadi perhatian khusus, yakni Jalan Gubernur Sarkawi dan kawasan Handil Bakti. Di kedua lokasi itu muncul sumber api baru yang berpotensi memperluas kebakaran.

Keterbatasan Sumber Daya Perkuat Alasan Pemadaman Tuntas

Hanif menegaskan pemadaman harus dilakukan secara optimal agar api tidak terus merembet. Ia mengingatkan bahwa ketersediaan sumber daya untuk penanganan justru semakin terbatas.

"Kalau api tidak mati, risikonya akan terus merembet. Sementara itu, ketersediaan sumber daya untuk penanganan semakin terbatas," katanya.

Melalui konsolidasi lintas sektor dan pemetaan yang lebih terarah, pemerintah berharap penanganan karhutla di Kalimantan Selatan berjalan lebih efektif. Sasaran utamanya adalah mengendalikan sumber api baru dan mencegah kebakaran meluas ke wilayah lain.

Reporter: Zulham Nasution
Sumber: kalsel.antaranews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top