KOTABARU — Peringatan Hari Kesaktian Pancasila 2026 di Kabupaten Kotabaru menjadi momentum refleksi bagi jajaran pemerintah daerah. Kepala Disparpora Kotabaru Ir. Kamiruddin menilai momen tahunan ini tepat untuk mengenang kembali perjalanan sejarah panjang bangsa Indonesia.
Menurut Kamiruddin, peringatan tersebut bukan hanya seremonial belaka. Ada pesan mendalam tentang pentingnya menjaga persatuan dan menghargai setiap perbedaan yang ada di tengah masyarakat.
Kamiruddin menyoroti kecenderungan masyarakat yang hanya menghafalkan sila-sila Pancasila tanpa mengamalkannya. Ia mendorong agar nilai-nilai luhur Pancasila dijadikan pedoman yang hidup dalam keseharian.
"Dari sejarah, kita belajar. Dari persatuan, kita menjadi kuat. Dan melalui Pancasila, kita terus melangkah bersama sebagai bangsa Indonesia," ujar Kamiruddin.
Ia mengajak seluruh elemen masyarakat, mulai dari pelajar hingga orang dewasa, untuk merefleksikan arti penting persatuan. Nilai-nilai Pancasila, katanya, harus tercermin dalam setiap sikap dan tindakan nyata, bukan sekadar dihafal sebagai teks.
Kabupaten Kotabaru memiliki keberagaman suku dan budaya yang cukup tinggi. Kondisi ini menjadikan penguatan nilai Pancasila relevan untuk menjaga kerukunan antarwarga di tingkat kelurahan dan desa.
Dalam konteks daerah, semangat persatuan itu dinilai penting untuk mendukung pembangunan dan pelayanan publik. Pemerintah daerah berharap pesan Hari Kesaktian Pancasila bisa diterjemahkan dalam kerja nyata sehari-hari.
Kamiruddin menegaskan komitmen bersama untuk menjaga keutuhan bangsa dari generasi ke generasi. Ia menyampaikan pesan itu dengan nada penuh semangat nasionalisme.
"Pancasila pemersatu Indonesia, dari dulu, kini, dan untuk masa depan," pungkasnya.
Peringatan Hari Kesaktian Pancasila setiap 1 Oktober merujuk pada peristiwa sejarah bangsa yang menjadi dasar penguatan ideologi negara. Di Kotabaru, momen tersebut diisi dengan pesan persatuan dari jajaran pemerintah daerah.