PARAMASAN — Aksi peduli lingkungan itu menyasar kebiasaan warga membuang sampah di sekitar pemukiman. Mahasiswa menilai kepedulian terhadap pengelolaan sampah di Dusun Pinai masih rendah. Lewat media visual yang mudah dipahami, mereka berharap pesan soal lamanya sampah terurai bisa tersampaikan tanpa perlu penjelasan panjang.
Plang tersebut memuat perkiraan durasi waktu terurainya sejumlah jenis limbah. Sampah plastik dan bahan non-organik lain jadi fokus utama karena paling sering ditemukan berserakan di lingkungan pemukiman warga.
Papan informasi dipilih karena dianggap lebih efektif menjangkau warga dibanding penyuluhan sekali jalan. Pesannya bisa dibaca berulang setiap kali warga melintas.
Selain memasang plang, mahasiswa memberikan penyuluhan singkat kepada warga. Materi yang disampaikan mencakup dampak buruk penumpukan sampah bagi ekosistem. Warga juga diajari teknik pemilahan sampah yang benar mulai dari rumah tangga.
Pendekatan ini menyasar akar masalah: sampah yang menumpuk di pemukiman umumnya berasal dari kebiasaan membuang tanpa memilah. Dengan pemilahan, volume limbah yang berakhir di lingkungan bisa ditekan.
Langkah preventif mahasiswa KKN itu disambut hangat tokoh masyarakat setempat. Ketua RT 01 Dusun Pinai, Kasi, mengakui persoalan kebersihan memang kerap melanda wilayahnya.
"Salah satu permasalahan utama di Dusun Pinai memang sampah yang banyak berserakan. Plang edukasi seperti ini sangat bagus dibuat. Harapannya, papan informasi tersebut dapat mengedukasi warga bahwa sampah tidak bisa hilang dalam waktu dekat, sehingga masyarakat makin bijak mengelola sampah," ujar Kasi.
Sinergi edukatif antara mahasiswa dan warga diharapkan membangun kesadaran kolektif secara bertahap. Sasaran akhirnya menjaga kelestarian lingkungan Dusun Pinai agar berkelanjutan. Perubahan perilaku memang tidak instan, tapi plang edukasi jadi pengingat harian yang bisa mempercepat prosesnya.