BANJARMASIN — Peserta Pelti Banjarmasin Cup 2026 berasal dari kategori usia 8, 10, 12, dan 14 tahun, baik putra maupun putri. Sejumlah daerah yang mengirim wakilnya antara lain Tanah Laut, Kotabaru, Hulu Sungai, hingga Tabalong.
Ketua Harian Pelti Kota Banjarmasin Hardian Oetama menyebut kompetisi tahun ini menjadi ruang pertemuan bagi petenis muda dari sejumlah daerah. Menurut dia, format baru itu sengaja diambil agar atlet Banjarmasin mendapat lawan yang lebih beragam.
Sebelumnya, Pelti Kota Banjarmasin hanya menggelar turnamen berskala kota. Perluasan cakupan peserta tahun ini membuat jumlah pendaftar melonjak hingga hampir 200 anak.
"Kalau sebelumnya kami mengadakan hanya lingkup Kota Banjarmasin, kali ini kami buka se-Kalsel. Diikuti kurang lebih hampir 200 peserta," ujar Hardian.
Menurut Hardian, keterlibatan petenis dari berbagai daerah penting untuk memberi pengalaman pertandingan yang lebih beragam. Petenis muda Banjarmasin tidak hanya berhadapan dengan lawan dari lingkungan sendiri, tetapi juga mengukur kemampuan menghadapi atlet dari daerah lain.
Hardian menyebut pertandingan antardaerah itu menjadi ajang pemanasan sekaligus persiapan mental. Tujuannya, agar para atlet tidak kaget saat maju ke kompetisi level lebih tinggi.
"Ini menjadi ajang sparing untuk persiapan, terutama persiapan mental anak-anak kita agar bisa bertemu lawan yang lebih bagus. Sehingga nanti kalau mereka maju ke tingkat nasional tidak kaget lagi," katanya.
Pertandingan antardaerah juga menjadi kesempatan bagi para atlet muda mengenali kekuatan dan kekurangan masing-masing. Pengalaman menghadapi lawan yang lebih beragam diharapkan membangun mental bertanding sebelum mengikuti kompetisi dengan level yang lebih tinggi.
Besarnya jumlah peserta dinilai menunjukkan perkembangan minat anak-anak terhadap olahraga tenis di Kalimantan Selatan. Hardian menyebut hal itu sebagai modal bagi keberlanjutan pembinaan dan regenerasi atlet tenis di daerah.
"Terlihat dari jumlah pendaftaran yang cukup banyak, berarti antusias anak-anak di bidang tenis tumbuh. Untuk generasi penerus tenis di Kalsel, saya rasa cukup baik," jelasnya.
Pelti Banjarmasin Cup 2026 pun diarahkan tidak sekadar menjadi kompetisi, tetapi bagian dari proses penjaringan dan pembinaan atlet sejak usia dini.
Semangat pembinaan tersebut turut diperkuat oleh capaian tim tenis putri Kota Banjarmasin pada ajang Porprov sebelumnya yang berhasil meraih medali emas. Capaian itu menjadi salah satu motivasi bagi pembinaan generasi berikutnya.
"Tim putri Kota Banjarmasin mendapatkan medali emas. Itu tentu menjadi semangat bagi anak-anak Kota Banjarmasin untuk menjadi generasi penerus, agar nanti saat Porprov maupun PON bisa juga berprestasi," pungkas Hardian.
Melalui kompetisi yang melibatkan peserta dari berbagai daerah, Pelti Banjarmasin Cup 2026 diharapkan memperluas pengalaman bertanding sekaligus memperkuat fondasi regenerasi atlet tenis Kalimantan Selatan.