KALIMANTAN SELATAN — Yoriko Angeline mengaku merinding saat menyaksikan langsung adegan penggunaan ilmu pirunduk di lokasi syuting film horor "Pirunduk" yang tayang 22 Oktober 2026. Aktris ini mengaku sudah sering mendengar soal ilmu mistis asal Kalimantan Selatan tersebut, tapi baru kali ini melihat penggambarannya dalam cerita. Pengalaman seram itu justru membuatnya semakin antusias terlibat dalam proyek ini.
Yoriko Angeline menerima tawaran bermain dalam film "Pirunduk" bukan tanpa alasan. Ia mengaku tertarik pada sisi mistis ilmu pirunduk yang selama ini hanya ia dengar lewat cerita turun-temurun, tanpa pernah tahu bagaimana ilmu tersebut bekerja.
Ketertarikan itu ia sampaikan saat ditemui di MD Place, Setiabudi, Jakarta Selatan, Kamis (24/9/2026). Menurut Yoriko, rasa penasaran terhadap praktik mistis tersebut menjadi alasan utama ia bergabung dalam proyek horor ini.
Praktik mistis yang mirip dengan susuk ini dulunya hidup subur sebagai cerita turun-temurun di wilayah pedalaman dan tepian sungai Kalimantan Selatan. Dalam film ini, ilmu pirunduk digambarkan menuntut mahar yang sangat mahal bagi siapa pun yang menggunakannya.
Setelah kematiannya, arwah tokoh utama bernama Siti berubah menjadi sosok mengerikan yang bergentayangan dan meneror satu kampung, terutama kepada mereka yang pernah menyakitinya.
"Aku sering banget dengar tentang ilmu pirunduk ini, tapi memang tidak pernah tahu bagaimana ilmunya ini bisa bekerja, dan aku enggak pernah lihat langsung depan mata gitu," ujar Yoriko Angeline.
Yoriko mengaku sempat merasa merinding saat menyaksikan langsung adegan penggunaan ilmu pirunduk di lokasi syuting. Ia bahkan memilih menyingkir karena merasa takut dengan suasana yang tercipta.
"Pas di film ini ngelihat, 'Oh Siti pakai ilmu pirunduk,' gitu kayaknya aku sendiri juga ngelihat di basecamp agak 'Gua minggir dikit deh, takut,'" katanya.
Meski sempat merasa seram, Yoriko mengaku pengalaman tersebut justru membuatnya semakin antusias terlibat dalam proyek ini. "Seram ya, gitu. Tapi, eem sangat menarik, aku juga happy ada di sini," ujarnya.
Selain soal cerita ilmu pirunduk, Yoriko juga menjelaskan bahwa perannya sebagai Ratih dalam film ini turut menghadirkan sisi kehidupan masyarakat Kalimantan Selatan, khususnya para pedagang di pasar terapung.
"Di sini juga perannya Ratih itu cukup challenging karena dia adalah sebuah sosok yang memang struggling, dia adalah penjual di pasar terapung," jelasnya.
Ia mengaku sempat berinteraksi langsung dengan para pedagang di pasar terapung guna mendalami karakter tersebut. Yoriko belajar bagaimana seorang pedagang membawa jukung, menjual sayur-sayuran dan buah-buahan, sesuatu yang biasanya hanya bisa ia lihat dari jauh.
"Jadi dia ke mana-mana bawa jukung gitu, dia jualan sayur-sayuran, buah-buahan, dan ini adalah karakter yang biasanya aku cuma bisa lihat aja gitu, dan di film ini aku bisa memerankan sebagai orang tersebut dan berinteraksi langsung sama ibu-ibu yang jualan di perahu-perahu itu yang di pasar terapung," pungkasnya.
Film "Pirunduk" dijadwalkan tayang di bioskop seluruh Indonesia pada 22 Oktober 2026. Kombinasi cerita mistis khas Kalimantan Selatan dan latar kehidupan pasar terapung menjadi daya tarik tersendiri bagi penonton yang mencari horor berbasis kearifan lokal.