KALIMANTAN SELATAN — Setelah sepekan menguji Toyota RAV4 Limited dan Mazda CX-5 2.5 S Premium Plus 2026 secara bergantian, pemenangnya ditentukan oleh satu hal yang jarang dibahas di brosur: konsumsi bahan bakar dunia nyata. Dua SUV kompak ini bersaing di kelas harga yang sama, dengan banderol pengujian USD 46.883 untuk RAV4 dan USD 41.080 untuk CX-5. Tapi angka di atas kertas tak bercerita banyak sebelum keduanya dipacu di jalanan kota dan tol.
Tes ini dilakukan dengan masing-masing mobil dipakai sepekan penuh, mencakup lalu lintas perkotaan, perjalanan tol jarak jauh, dan urusan harian. RAV4 yang diuji adalah varian Limited dengan harga pengujian USD 46.883, sementara CX-5 2.5 S Premium Plus diuji pada USD 41.080. Keduanya mengusung mesin 2.5 liter dan penggerak semua roda, tapi pendekatannya berbeda jauh.
Toyota mengubah RAV4 2026 secara radikal. Gril bergaya hammerhead dan fender kotak membuatnya tampak lebih agresif, dengan sedikit sentuhan visual ala Range Rover. Yang menarik, dimensi eksteriornya sebenarnya nyaris sama dengan generasi sebelumnya meski terlihat lebih ringkas.
Mazda justru memilih jalur konservatif. CX-5 2026 lebih melengkung dan tetap elegan, tapi sulit dibedakan dari generasi lama pada pandangan sekilas. Styling-nya terasa terlalu hati-hati dan kurang menonjol dari jajaran Mazda lainnya.
Seluruh varian RAV4 2026 kini hybrid, dan itu memberi keunggulan besar. Rating EPA gabungannya 41 mpg, jauh di atas CX-5 yang hanya 26 mpg. Dalam pengujian nyata, RAV4 Limited menempuh 305,1 mil dengan rata-rata 47,7 mpg — angka yang bahkan menyaingi sedan kompak hybrid.
Pada perjalanan pendek, RAV4 sempat mencatat 74,8 mpg. Di kecepatan tol konstan, angkanya 46,9 mpg. CX-5 menempuh 102,2 mil dengan rata-rata 26,2 mpg, dengan puncak 34,3 mpg di rute lokal dan 28,2 mpg di tol.
Di atas kertas RAV4 unggul jauh. Sistem hybrid-nya menghasilkan 226 hp, sementara mesin Skyactiv-G 2.5 liter CX-5 hanya 187 hp. Tapi realitasnya berbeda.
RAV4 terasa lamban saat butuh tenaga instan. Menyalip di jalan dua lajur atau masuk ke arus tol cepat terasa berat, meski mode Sport sedikit membantu. CX-5 justru terasa gesit dan responsif. Setirnya lebih tajam, dan mobil ini menikung seperti hatchback lincah, bukan SUV tegak.
Mazda merombak total interior CX-5, meninggalkan tata letak lawas yang dipakai di CX-50 dan CX-70. Hasilnya kabin terasa lapang dan premium, dengan jok empuk dan ruang kaki baris kedua yang lebih lega dari RAV4.
Ergonomi CX-5 juga unggul. Tombol di setir memudahkan pengemudi mengaktifkan lane centering dan kamera 360 derajat secara instan. RAV4 punya lane centering assist, tapi hanya bisa dinyalakan saat adaptive cruise control aktif.
RAV4 membalas lewat kapasitas bagasi yang lebih besar, terutama saat kursi belakang dilipat rata. Joknya juga cukup nyaman untuk perjalanan jauh.
Selisih harga keduanya sekitar USD 5.800. CX-5 memang lebih murah, tapi keduanya sama-sama menawarkan panoramic sunroof, head-up display, layar infotainment besar, dan adaptive cruise control.
RAV4 menambah nilai lewat digital rearview mirror yang memberi pandangan lebih luas dan meredam silau lampu saat malam. Ditambah penghematan bahan bakar jangka panjang, selisih harga itu terbayar seiring waktu.
RAV4 Limited:
CX-5 2.5 S Premium Plus:
CX-5 menang di dinamika berkendara, kenyamanan kabin, dan kontrol yang intuitif. Tapi itu belum cukup mengalahkan paket lengkap RAV4. Toyota tidak berhenti di desain eksterior agresif — kabin dan teknologi juga dimodernisasi. Dengan konsumsi BBM hybrid yang nyaris dua kali lipat rivalnya, penghematan jangka panjang RAV4 jadi penentu.
Pilih RAV4 kalau prioritasmu efisiensi bahan bakar, bagasi besar, dan tampilan yang mencolok. Pilih CX-5 kalau kamu lebih menghargai sensasi berkendara, kabin premium, dan harga awal lebih murah.