BANJARMASIN — Pengalaman tampil di Makassar membawa pelajaran bagi DEEPTALKS soal cara penyelenggara acara memperlakukan musisi lokal. Rofie Sanjaya menuturkan, bandnya tidak menyangka masih ada penonton dan pendengar Spotify yang hadir saat mereka manggung di Kota Makassar. Sambutan itu membuat para personel merasa diterima seperti berada di rumah sendiri.
Menurut Rofie, dukungan penonton Makassar membuat mereka merasa bertemu dengan keluarga baru. Pengalaman tersebut kemudian mendorongnya menyoroti dukungan yang diberikan kepada musisi lokal dalam berbagai gelaran musik.
Rofie menilai penyelenggara di Makassar memberi ruang yang lebih besar kepada band lokal. Ia menyebut band lokal di sana tidak selalu ditempatkan sebagai pembuka acara. Ada rundown yang menempatkan mereka di jam-jam malam.
"Mereka sangat support band lokalnya. Jadi setiap acara apapun band lokal mereka juga diapresiasi," ujar Rofie saat dialog Music Live Chat di Pro 2 RRI Banjarmasin, Sabtu, 19 September 2026.
"Dalam artian tidak harus menjadi opener, mereka punya rundown yang mana band lokalnya juga diselipkan di jam-jam malam dan itu yang perlu kita contoh sebenarnya di sini," lanjutnya.
Rofie berharap musisi lokal di Kalimantan Selatan mendapat ruang yang setara dengan musisi dari daerah lain. Ia meyakini penempatan band lokal di jam malam membuka peluang pendengar yang lebih besar.
"Saya yakin jika band lokal juga mendapat penampilan di jam malam, kita juga punya kesempatan pendengar yang lebih banyak," ucap Rofie.
Pengalaman di Makassar juga menunjukkan bahwa basis pendengar DEEPTALKS tidak hanya terbatas di Banjarmasin. Rofie menyebut penonton dan pendengar Spotify di Makassar ikut hadir saat bandnya tampil di acara SondreNaline.
Ke depan, Rofie bersama personel DEEPTALKS berharap bisa memperluas jangkauan pendengar lewat penampilan di berbagai kota. Mereka juga membuka kemungkinan tampil hingga ke luar Indonesia.
"Kita juga ingin pendengar lain lebih luas jangkauannya, bisa manggung di berbagai kota di Indonesia bahkan kalau bisa kita tour keluar," ujar Rofie.
Harapan itu sejalan dengan pengalaman yang baru mereka dapat di Makassar. Menurut Rofie, ruang tampil yang lebih baik bagi band lokal di Kalsel akan berdampak langsung pada jumlah pendengar yang bisa mereka jangkau.