BKSDA Jateng Evakuasi Macan Kumbang dari Permukiman Batang, Tujuh Ayam Warga Jadi Mangsa

Penulis: Zulham Nasution  •  Kamis, 13 Agustus 2026 | 14:06:01 WIB
Tim BKSDA Jateng mengevakuasi macan kumbang dari permukiman warga di Dukuh Ngasinan, Batang, setelah satwa tersebut dilumpuhkan dengan obat bius pada Rabu (12/8).

KALIMANTAN SELATAN — Macan kumbang (Panthera pardus melas) itu tiba-tiba muncul di rumah milik Suryono, warga Dukuh Ngasinan, RT 16/RW 03, sekitar pukul 05.30 WIB. Pemilik rumah mendengar suara dengusan dari arah kandang ayam di belakang rumahnya, dan saat pintu dibuka, satwa itu langsung terlihat. Suryono berteriak meminta tolong hingga informasi tersebut menyebar cepat ke perangkat desa dan aparat keamanan.

Evakuasi Berlangsung Alot, Polisi Sempat Mundur

Kepala Desa Gunungsari, Tutur Budiyono, mengatakan upaya penangkapan tidak berjalan mulus. Ketika polisi pertama kali mencoba masuk ke dalam rumah, macan kumbang menunjukkan sikap agresif dan hendak menyerang. Karena tidak membawa peralatan memadai, aparat memilih mundur dan mengunci pintu rumah untuk mengamankan situasi.

"Dari pihak kepolisian pertama mencoba masuk rumah. Di situ dia mau menyerang. Karena tidak ada alat, akhirnya menjauh dulu dan pintunya dikunci," jelas Tutur kepada wartawan, Rabu (12/8).

Tim BKSDA Jateng yang dipimpin Rimbawanto akhirnya tiba dengan membawa perlengkapan khusus. Mereka bekerja sama dengan tim Taman Safari Beach Batang, dokter hewan Drh Bowo, Damkar, BPBD, serta jajaran Muspika Bawang. Satwa berwarna hitam legam itu berhasil dilumpuhkan dengan tembakan obat bius sekitar pukul 11.30 WIB dan langsung dimasukkan ke kandang khusus.

Kaki Terluka Diduga Jadi Penyebab Turun ke Permukiman

Kapolsek Bawang AKP Slamet mengungkapkan dugaan sementara penyebab kemunculan macan kumbang di tengah pemukiman. Satwa tersebut ditemukan memiliki luka di salah satu kakinya, sehingga kesulitan berburu mangsa di habitat aslinya.

"Dugaan sementara, macan kumbang tersebut turun ke pemukiman warga untuk mencari makan karena salah satu kakinya mengalami luka, sehingga kesulitan beradaptasi mencari makanan. Sekarang mendapatkan perawatan medis lebih lanjut," ujar Slamet.

Akibat insiden ini, warga mengalami kerugian material. Tutur mendata sedikitnya tujuh ekor ayam ternak milik warga dimangsa dari total sekitar 25 ekor yang ada di dalam kandang. Saat ini macan kumbang tersebut telah dibawa ke lembaga konservasi Safari Beach Jateng untuk menjalani perawatan intensif.

Peristiwa Pertama di Batas Permukiman dan Hutan

Kejadian ini disebut sebagai yang pertama kali terjadi di wilayah tersebut. Sepanjang pengetahuan warga, macan kumbang kerap terlihat di kawasan hutan Perhutani, namun belum pernah sekalipun turun hingga ke permukiman.

"Sepengetahuan warga, memang sering bertemu langsung dengan macan tersebut, tapi di hutan. Alhamdulillah tidak pernah mengganggu atau mencederai manusia," ungkap Tutur.

Rumah Suryono yang disatroni satwa liar itu berada tepat di garis perbatasan antara permukiman warga dan kawasan hutan Perhutani. Pihak berwenang mengimbau warga untuk tetap waspada dan segera melapor apabila melihat pergerakan satwa liar di sekitar permukiman, mengingat habitatnya yang berdekatan langsung dengan area pemukiman.

Reporter: Zulham Nasution
Sumber: cnnindonesia.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top