Tim Dosen Poliban Latih Pengrajin Kayu Alalak Banjarmasin Terapkan K3, Nilai Pemahaman Meningkat

Penulis: Arif Budiman  •  Selasa, 11 Agustus 2026 | 21:48:01 WIB
Pengrajin kayu Alalak Tengah mengikuti pelatihan penerapan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) yang digelar tim dosen Politeknik Negeri Banjarmasin (Poliban).

BANJARMASIN — Sebanyak 14 pengrajin kayu di kawasan Alalak Tengah, Banjarmasin, mengikuti pelatihan penerapan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) yang digelar tim dosen Program Studi Teknik Mesin Politeknik Negeri Banjarmasin (Poliban). Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini menyasar pengrajin yang sehari-hari bekerja dengan mesin potong dan gergaji berisiko tinggi.

Ketua tim pelaksana, Ir. Anhar Khalid, S.T., M.T., mengatakan observasi awal menunjukkan sejumlah permasalahan di lokasi mitra, seperti penggunaan Alat Pelindung Diri (APD) yang belum konsisten dan belum adanya prosedur kerja aman yang terstruktur. Padahal, aktivitas pengolahan kayu sarat risiko mulai dari paparan debu, kebisingan mesin, hingga potensi kecelakaan akibat peralatan produksi.

Materi Pelatihan: Dari Identifikasi Bahaya hingga Praktik APD

Dalam pelatihan tersebut, peserta mendapatkan materi tentang prinsip dasar K3, cara mengidentifikasi potensi bahaya, hingga pengenalan jenis dan fungsi APD. Tim juga memperagakan penggunaan masker, kacamata pelindung, sarung tangan, dan pelindung telinga, yang kemudian dipraktikkan langsung oleh para pengrajin.

“Penerapan K3 sangat penting karena kegiatan pengolahan kayu berhubungan langsung dengan penggunaan mesin dan peralatan yang memiliki risiko kecelakaan. Melalui kegiatan ini, kami ingin mendorong pengrajin agar semakin memahami potensi bahaya dan membiasakan praktik kerja yang aman,” kata Anhar di Banjarmasin, Selasa.

Penataan Lingkungan Kerja Juga Jadi Sorotan

Selain penggunaan APD, para pengrajin juga dibekali pengetahuan tentang penataan lingkungan kerja. Materi mencakup cara menjaga kebersihan area produksi, penempatan alat dan bahan secara aman, pembersihan serbuk kayu secara berkala, serta pemeriksaan sederhana terhadap mesin sebelum aktivitas produksi dimulai.

Untuk mengukur efektivitas pelatihan, tim memberikan pre-test dan post-test berisi tujuh pertanyaan seputar K3. Materi evaluasi meliputi risiko paparan debu kayu, penggunaan pelindung mata, bahaya pakaian longgar saat menggunakan mesin, pencegahan kebakaran, hingga fungsi blade guard.

Hasil Evaluasi: 9 Peserta Raih Nilai Sempurna

Dari 14 peserta yang mengikuti post-test, sembilan orang berhasil memperoleh nilai sempurna. Peningkatan pemahaman paling signifikan terlihat pada aspek penggunaan kacamata keselamatan dan pertolongan pertama pada luka sayat.

“Yang terpenting bukan hanya mengetahui APD atau bahaya kerja, tetapi menjadikannya sebagai kebiasaan dalam bekerja. Kami berharap kegiatan ini dapat membantu pengrajin menciptakan lingkungan kerja yang lebih aman, sehat, dan produktif,” ujar Anhar.

Kegiatan yang merupakan bagian dari program Pengabdian kepada Masyarakat Poliban yang didanai melalui DIPA Poliban ini juga melibatkan dosen Ir. Yusuf Rizal Fauzi, S.T., M.T., M. Kasim, S.T., M.T., Ir. Raihan, M.T., serta sejumlah mahasiswa Politeknik Negeri Banjarmasin.

Reporter: Arif Budiman
Sumber: kalsel.antaranews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top