Gizi Balita dan Ibu Hamil Jadi Fokus TMMD 129 Bojonegoro, Ini Cara Cegah Stunting dari Desa

Penulis: Arif Budiman  •  Selasa, 11 Agustus 2026 | 07:50:31 WIB
Satgas TMMD ke-129 bersama tenaga kesehatan membagikan makanan tambahan kepada balita di Desa Kesongo, Bojonegoro, Senin (3/8/2026).

KALIMANTAN SELATAN — Desa Kesongo di Kecamatan Kedungadem, Bojonegoro, menjadi saksi kolaborasi nyata antara TNI dan tenaga kesehatan dalam memperbaiki status gizi masyarakat. Pada Senin (3/8/2026), Satgas TMMD bersama UPTD Puskesmas Kesongo dan Dinas Kesehatan Kabupaten Bojonegoro menggelar program Pemberian Makanan Tambahan (PMT) yang menyasar balita dengan risiko gizi kurang dan ibu hamil.

Kegiatan ini bukan sekadar seremonial. Ada target pengukuran yang jelas: anak-anak yang berat badannya stagnan setelah dua kali penimbunan di Posyandu, serta ibu hamil yang membutuhkan asupan ekstra, menjadi prioritas utama.

Mengapa Intervensi Gizi Harus Dimulai Sejak Kehamilan?

Kepala UPTD Puskesmas Kesongo, dr. Bowo Luhur Santoso, menegaskan bahwa pemenuhan nutrisi saat hamil adalah penentu utama kesehatan janin. Asupan yang memadai sejak masa kehamilan menjadi kunci agar bayi lahir dengan berat badan normal dan terhindar dari risiko stunting maupun Berat Badan Lahir Rendah (BBLR).

“Melalui TMMD ke-129 ini, kami melaksanakan kegiatan pengentasan masalah gizi dengan memberikan makanan tambahan kepada masyarakat yang membutuhkan. Terutama bagi balita gizi kurang, anak yang berat badannya tidak naik setelah dua kali penimbangan di Posyandu, serta ibu hamil,” ujar dr. Bowo.

Jangkauan program ini tidak berhenti di Desa Kesongo saja. Seluruh wilayah kerja Puskesmas Kesongo seperti Desa Panjang, Tondomulo, Mojorejo, dan Dayukidul juga menjadi sasaran distribusi paket makanan bergizi.

Bukan Sekadar Bantuan, tapi Edukasi Pola Makan Keluarga

Yang menarik dari program ini adalah pesan keberlanjutan yang ditekankan kepada para penerima manfaat. Paket PMT yang dibagikan sifatnya hanya stimulasi awal, bukan solusi permanen. Para ibu diajak untuk meniru komposisi gizi dari paket tersebut dan menerapkannya secara mandiri di rumah masing-masing.

“Pemberian makanan tambahan ini tidak bisa dilakukan selamanya. Harapan kami, masyarakat dapat mencontoh jenis paket makanan yang diberikan, lalu menerapkan pola konsumsi sehat tersebut mandiri di rumah,” tandas dr. Bowo.

Pendekatan ini penting karena perbaikan gizi jangka panjang tidak bisa bergantung pada bantuan semata. Perubahan kebiasaan memasak dan memilih bahan makanan di dapur keluarga adalah kunci utama yang menentukan tumbuh kembang anak.

TNI dan Puskesmas: Membangun SDM Sejak Dini

Komandan SSK Satgas TMMD ke-129 Kodim 0813 Bojonegoro, Lettu Ckm Purnomo, menegaskan bahwa pembangunan fisik seperti jalan beton memang penting, tapi membangun kualitas sumber daya manusia jauh lebih krusial. Menurutnya, anak-anak yang sehat hari ini adalah fondasi generasi emas Indonesia di masa depan.

“Pembangunan desa tidak hanya diwujudkan melalui pembangunan jalan atau rumah, tetapi juga dengan membangun kualitas sumber daya manusia sejak dini melalui perbaikan status gizi,” tegas Lettu Ckm Purnomo.

Ia berharap kebiasaan memberikan makanan bergizi ini terus berlanjut di lingkungan keluarga. Dengan begitu, manfaat program TMMD tidak berhenti saat kegiatan usai, melainkan menjadi gaya hidup baru yang melindungi anak-anak dari ancaman stunting dalam jangka panjang.

Bagi para ibu muda di rumah, pelajaran dari Bojonegoro ini sederhana: perhatikan betul tren kenaikan berat badan si kecil di Posyandu. Jika berat badannya tidak naik dua kali berturut-turut, jangan ragu berkonsultasi dengan bidan atau puskesmas terdekat. Sementara untuk ibu hamil, pastikan asupan protein hewani dan sayuran terpenuhi setiap hari — ini investasi paling berharga untuk masa depan anak.

Reporter: Arif Budiman
Sumber: suarabojonegoro.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top