BANJARBARU — Wali Kota Banjarbaru Erna Lisa Halaby menegaskan komitmennya untuk memastikan anak-anak mendapatkan fasilitas belajar keagamaan yang aman dan nyaman. Renovasi total TPA Darul Falah ini merupakan wujud hadirnya pemerintah dalam membangun sumber daya manusia yang religius dan berkarakter.
"Pemerintah hadir untuk memastikan anak-anak mendapat tempat belajar yang layak, aman dan nyaman, karena pendidikan keagamaan merupakan bagian penting membangun sumber daya manusia Banjarbaru yang religius dan berkarakter," ujar Lisa di Banjarbaru, Ahad.
Keberadaan TPA Darul Falah bukanlah hal baru bagi warga Cempaka. Sebelum difungsikan sebagai tempat pembelajaran Al-Qur'an sejak awal tahun 2000-an, bangunan tersebut sempat menjadi kantor pembakal atau kepala desa setempat.
Setelah vakum dan beberapa kali digunakan untuk kegiatan kemasyarakatan, bangunan kayu itu akhirnya dialihfungsikan menjadi sarana pendidikan nonformal bidang keagamaan. Namun, tanpa adanya renovasi menyeluruh selama lebih dari 20 tahun, kondisi bangunan terus mengalami penurunan kualitas.
Sejumlah bagian dinding papan terlihat lapuk, pintu rusak, dan plafon menunjukkan bekas kebocoran akibat atap yang tidak lagi optimal. Kondisi ini dinilai tidak ideal lagi untuk mendukung kegiatan belajar mengajar para santri.
Saat ini, sekitar 60 santri tercatat aktif mengikuti pembelajaran di TPA Darul Falah. Kegiatan belajar difokuskan pada jenjang Iqra, sementara pembelajaran Al-Qur'an untuk jenjang tertentu dilakukan di lokasi pendukung lainnya.
Kepala TPA Darul Falah Nayli Kurata Aini menyampaikan apresiasinya atas respons cepat pemerintah kota terhadap pengajuan renovasi bangunan. Menurutnya, perhatian ini menjadi penyemangat baru bagi para santri dan pengajar.
"Kami berterima kasih kepada Ibu Wali Kota karena pengajuan renovasi bangunan direspons cepat. Semoga dengan renovasi para santri semakin semangat belajar dalam kondisi bangunan yang aman, kokoh dan nyaman," tuturnya.
Lisa menegaskan bahwa keberadaan TPA memiliki peran strategis dalam membentuk generasi yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki pengetahuan agama dan akhlak mulia. Pemerintah kota berkewajiban memberikan perhatian terhadap keberlangsungan pembelajaran di lembaga pendidikan nonformal ini.
"Semoga setelah direnovasi, bangunan ini bisa dimanfaatkan dengan baik dan memberikan kenyamanan bagi para santri dalam menuntut ilmu. Mereka semakin bersemangat mempelajari dan mendalami Al-Qur'an," harapnya.
Bantuan renovasi ini menjadi bagian dari upaya Pemkot Banjarbaru dalam memperkuat sarana pendidikan keagamaan yang selama ini menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan masyarakat Cempaka.