BALANGAN — Prestasi kafilah Kabupaten Balangan di ajang MTQN XXXVII Tingkat Provinsi Kalimantan Selatan tahun 2026 menjadi bukti konsistensi pembinaan yang dilakukan Pemerintah Kabupaten Balangan bersama Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur’an (LPTQ) setempat. Dengan torehan 196 poin, Balangan kembali bertengger di posisi lima besar, menyamai capaian pada MTQ tahun sebelumnya yang digelar di Kabupaten Banjar.
Ketua I LPTQ Kabupaten Balangan, Nahdiyatul Husna, merinci bahwa kafilah Balangan berhasil membawa pulang tiga gelar Terbaik I, lima Terbaik II, lima Terbaik III, empat Harapan I, lima Harapan II, serta empat Harapan III. Peningkatan poin pada sejumlah cabang menjadi indikator positif dari program pembinaan yang berjalan selama ini.
“Prestasi ini merupakan hasil kerja sama, semangat, dan komitmen seluruh pihak. Kami bangga kepada seluruh kafilah yang telah berjuang membawa nama baik Kabupaten Balangan,” ujar Ketua Umum LPTQ Kabupaten Balangan, Akhmad Fauzi, dalam sambutannya.
Akhmad Fauzi menegaskan bahwa keberhasilan tersebut tidak hanya menjadi kebanggaan bagi peserta yang meraih juara, tetapi juga bagi seluruh anggota kafilah yang telah menunjukkan dedikasi dan semangat selama mengikuti perlombaan. Ia berharap capaian tahun ini menjadi motivasi untuk terus meningkatkan pembinaan generasi Qurani di Kabupaten Balangan.
“Meskipun peringkat kita tetap di lima besar, prestasi pada sejumlah cabang mengalami peningkatan dan itu menjadi indikator positif dari pembinaan yang selama ini dilakukan,” tambahnya.
Keberhasilan ini semakin memperkuat posisi Kabupaten Balangan sebagai salah satu daerah yang konsisten dalam pengembangan tilawatil Qur’an dan syiar Islam di Kalimantan Selatan. Sinergi antara pemerintah daerah, LPTQ, Kementerian Agama, para pelatih, pendamping, serta seluruh pihak yang terlibat menjadi kunci utama di balik konsistensi prestasi ini.
Dengan total 196 poin, Kabupaten Balangan kini bersiap untuk meningkatkan kualitas pembinaan agar bisa meraih hasil yang lebih baik pada MTQ tingkat provinsi maupun nasional di masa mendatang.