KALIMANTAN SELATAN — Kemenangan ini menjadi jawaban atas kritik setelah performa kurang meyakinkan melawan Tanjung Verde. Spanyol tampil dominan sejak menit awal dan menunjukkan perbedaan kelas yang nyata di atas lapangan.
Lamine Yamal membuka keunggulan pada menit ke-11. Menerima umpan matang dari Mikel Oyarzabal, pemain muda Barcelona itu menyelesaikan peluang dengan akurat ke tiang jauh. Ini menjadi gol perdana Yamal di ajang Piala Dunia.
Keunggulan Spanyol bertambah cepat. Pada menit ke-21, sapuan ragu bek Arab Saudi, Lajami, terhadap tembakan Dani Olmo dimanfaatkan Oyarzabal menjadi gol melalui bola rebound. Hanya tiga menit berselang, Oyarzabal mencetak brace-nya. Kombinasi udara Marc Cucurella dan Dani Olmo membelokkan bola ke tiang jauh, dan Oyarzabal kembali menjebol gawang Al Owais. Skor 3-0 bertahan hingga jeda minum.
Spanyol kembali mencetak gol cepat di awal babak kedua. Tendangan sudut yang mengarah ke tiang jauh disambar voli keras oleh Marc Cucurella. Bola memantul dari bek Arab Saudi, Hassan Al-Tambakti, dan masuk ke gawang. Gol bunuh diri pada menit ke-49 itu membuat kiper Al Owais tak berdaya.
Unggul 4-0, pelatih Luis De La Fuente mulai menarik pemain kuncinya. Yamal, Oyarzabal, Pedri, dan Olmo digantikan oleh Torres, Pino, Merino, dan Williams. Meski begitu, Spanyol tetap menguasai pertandingan. Lini tengah Rodri bermain mulus dan mematahkan setiap serangan balik Arab Saudi. Kiper Unai Simon nyaris tidak terusik sepanjang laga.
Kemenangan ini mengembalikan kepercayaan diri skuad Matador setelah hasil kurang maksimal di laga pembuka. Bagi Arab Saudi, kekalahan telak ini menjadi pukulan berat. Mereka kalah dari segi fisik, teknik, dan taktik. Tim asuhan Roberto Mancini harus mengerahkan seluruh kemampuan di pertandingan terakhir melawan Tanjung Verde jika ingin menjaga asa lolos ke babak selanjutnya.