BALIKPAPAN — Bupati Tanah Bumbu Andi Rudi Latif menekankan pentingnya forum sebagai wadah menyamakan persepsi dan memperkuat komitmen strategis lintas daerah. Dalam kesempatan tersebut, Andi Rudi Latif mengatakan forum bukan hanya ruang membahas kebijakan, melainkan ajang belajar dari keberhasilan daerah lain.
"Melalui forum ini, kita tidak hanya membahas kebijakan dan pengelolaan potensi daerah, tetapi juga belajar dari strategi keberhasilan daerah lain yang bisa menjadi rujukan bagi Tanah Bumbu," ujarnya.
Wakil Menteri Dalam Negeri Bima Arya Sugiarto menegaskan bahwa kepemimpinan daerah memerlukan statecraft — keterampilan mengelola negara dengan cerdas dan terampil. Ia menunjukkan contoh nyata: inovasi penertiban LED dan baliho oleh beberapa kepala daerah terbukti meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD), sementara kerja sama Kemitraan Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU) memberikan efisiensi operasional sekaligus menambah kas daerah.
Pendekatan ini menggambarkan bahwa dengan strategi tepat, daerah bisa menjawab tekanan inflasi dan pengangguran tanpa hanya mengandalkan transfer pusat.
Gubernur Kalimantan Selatan H. Muhidin menyampaikan komitmen provinsi dalam menurunkan angka kemiskinan dan stunting melalui serangkaian inovasi unggulan. Salah satunya adalah Sistem Integrasi Ternak Itik di Lahan Rawa dan Lahan Kering (Siti Hawa Lari), yang memanfaatkan sumber daya lokal untuk meningkatkan produktivitas keluarga miskin.
Program lain yang telah menunjukkan hasil adalah Gerakan Masyarakat Hidup Sehat untuk Remaja Sehat, Cerdas, Kreatif dan Berakhlak Mulia (Germas Ceria) dan Gerakan Loyalitas Akselerasi Kinerja Surveilans dan Imunisasi (Galaksi). Kedua inisiatif ini fokus pada pencegahan stunting sejak dini melalui imunisasi dan gaya hidup sehat remaja putri.
Pemprov Kalsel juga menyiapkan skema creative financing yang luas: pemberian vitamin dan pemenuhan gizi, pencegahan perkawinan anak, pembangunan sistem air minum (SPAM) dan rumah tidak layak huni (RTLH), penyediaan benih padi unggul, permodalan dan pelatihan UMKM, beasiswa sekolah, santunan dhuafa, bedah rumah, hingga bantuan bibit perkebunan untuk keluarga miskin.
Bupati Sukamara H. Masduki memaparkan strategi pengendalian inflasi melalui tindakan konkret: sidak pasar untuk mengawasi harga, gerakan pangan murah, operasi pasar LPG dan BBM bersubsidi untuk nelayan, serta program tanam cepat panen cabai dan bawang merah. Pemkab Sukamara juga menyalurkan bantuan langsung tunai (BLT), menyelenggarakan pasar murah bersubsidi, dan mengembangkan inovasi Kurda Sukma — pembiayaan bunga rendah bagi pelaku usaha mikro.
Sementara itu, Walikota Bontang Hj. Neni Moerniaeni menampilkan keberhasilan kota dalam menurunkan tingkat pengangguran terbuka melalui program pelatihan, keterampilan, magang, dan sertifikasi tenaga kerja. Kota ini juga memfasilitasi peluang kerja dengan membentuk forum komunikasi antara lembaga pelatihan dan industri lokal, serta mengawasi perda rekrutmen dan penempatan tenaga kerja.
Inovasi unggulan Bontang adalah Aplikasi Teman Naker, yang menyatukan data pencari kerja, lowongan kerja, dan data sosial dalam satu platform digital. Aplikasi ini sekaligus menjadi instrumen penegakan kewajiban rekrutmen melalui Dinas Ketenagakerjaan, memastikan setiap penempatan tenaga kerja tercatat dan terstandar. Hasilnya, investasi di Kota Bontang meningkat 13,66% pada tahun 2025.
Acara diakhiri dengan apresiasi terhadap pemerintah daerah berprestasi 2026 kategori Regional Kalimantan dalam tiga pilar: penurunan tingkat pengangguran, penanggulangan kemiskinan dan penurunan stunting, serta entrepreneur government/creative financing. Pengakuan ini menjadi bukti bahwa kolaborasi antar daerah mampu menghasilkan solusi nyata terhadap tantangan sosial-ekonomi yang kompleks.